www.AlvinAdam.com


Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

KKB di balik penyanderaan 1.300 warga di Papua

Posted by On 01.24

KKB di balik penyanderaan 1.300 warga di Papua

UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

Ilustrasi pembebasan sandera.
Ilustrasi pembebasan sandera.
© Jojon /Antara Foto

1.300 orang warga di dua desa di sekitar Tembagapura, Mimika, Papua, dilaporkan tengah diisolasi. Kabid Humas Polda Papua, AM Kamal, menjelaskan bahwa isolasi dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Polda Papua dalam keterangan resmi mengatakan pelakunya memang KKB. Namun sumber BBC Indonesia menyatakan para pelaku adalah anggota Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

Kamal dalam wawanc ara dengan iNews TV, Kamis (9/11/2017), keberatan dengan istilah "penyanderaan". Menurut Kamal, masyarakat di Desa Kimbeli dan Desa Banti tersebut masih bisa beraktivitas seperti biasa, kecuali laki-laki yang dilarang keluar dari desanya.

"Penyanderaan" sudah terjadi dalam dua hari terakhir dan hingga tulisan ini diterbitkan, Jumat (10/11), belum tuntas. Kamal menjelaskan bahwa insiden ini adalah rentetan terakhir dari konflik KKB dengan pihak keamanan.

Disebutkan, konflik pertama kali muncul ketika KKB menembaki para karyawan PT Freeport Indonesia yang sedang melakukan perjalanan ke tempat kerja pada 22 Oktober. Kemudian terjadi kontak senjata selama dua hari dengan Brimob Polda Papua, Sabtu-Minggu (4-5 November) silam.

Konflik bersenjata itu termasuk membuat Briptu Berry Permana Putra meninggal dunia. Dan sebelum "penyanderaan" terjadi, KKB pimpinan Sabius Waker itu disebutkan polisi melakukan pemerasan terhadap warga di sekitar Temb agapura, terutama para pendatang pendulang emas.

Namun pada akhirnya warga asli setempat juga mendapat perlakuan tidak semestinya dari KKB. Para karyawan Freeport diperas, harta benda diambil, dan ada pula perkosaan.

Selain memiliki senjata api yang diperoleh dari konflik dengan Polri dan TNI sejak 2015, para simpatisan KKB juga menggunakan panah, tombak, dan parang. "Jadi tidak ada yang menyuplai, semua adalah senjata rampasan," tutur Kamal.

Soal kekuatan KKB, Kamal menyebutkan sebenarnya cukup kecil. Namun sejak Agustus lalu, kekuatan KKB perlu diperhitungkan karena kini para anggotanya gabungan dari lima kabupaten di Papua.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jumlah anggota KKB ini tak banyak dan selalu bersembunyi di pegunungan. "...paling 20-25 orang. Senjatanya juga 5-10 pucuk paling banyak, tapi mereka menggunakan metode hit and run," katanya dalam detikcom.

Tito menambahkan bahwa KKB yang terdiri dari dua kelompok ini merupakan pemain lama. Mereka kerap menggunakan warga pendatang yang mendulang emas di sekitar Tembagapura sebagai tameng. "Di atas ada satu (kelompok), di bawah satu (kelompok). Saya hafal dengan kelompok itu," imbuh Tito.

Motif ekonomi?

Kamal menyatakan tim gabungan Polri dan TNI berkekuatan 200 personel sudah siaga. Sejauh ini mereka terus melakukan komunikasi dengan para tokoh dari dua desa tersebut.

Tujuannya adalah menjaga KKB tidak melepas tembakan ke para korban sipil. "Kami berharap tidak ada korban, mohon doanya saja," pungkas Kamal.

Lantas apa sebenarnya tujuan KKB "menyandera" warga? Tito menjelaskan bahwa kesejahteraan adalah motif utamanya dan sekaligus isu lama.

Mereka memperebutkan limbah hasil olahan PT Freeport di Kali Kabur. Padahal di Tembagapura, lokasi PT Freeport berada, ada 10 ribu pendulang emas --baik warga pendatang maupun warga asli.

"...di tengah-tengah itu ada KKB...Kadang-kadang m ereka sebetulnya mendulang juga, tapi kadang-kadang mereka juga melakukan pemerasan kepada pendulang liar ini," katanya.

Salah seorang personel Humas Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz, kepada Reuters mengatakan ada motif kecemburuan di balik aksi KKB. Masyarakat Papua dalam kondisi miskin, tapi Freeport kaya raya --sebuah isu klasik.

Dan isu ekonomi ini hanya motif antara karena motif utamanya adalah memisahkan diri dari Indonesia. "Sekarang pun mungkin demikian (aspirasi pemisahan Papua dari Indonesia), tapi yang utama itu menganggu aktivitas (perusahaan tambang) Freeport sampai perusahaan ini tidak berjalan," kata Suryadi.

Namun pegiat Komite Nasional Papua Barat (KNPB), organisasi yang terus mengkampanyekan secara damai aspirasi pemisahan Papua dari Indonesia, membantah ada motif ekonnomi.

"Mereka melakukannya karena ideologi, karena mereka mau berdiri sendiri. Bukan karena minta kesejahteraan atau minta dialog," kata Kepala komisari at diplomasi pusat KNPB, Warpo Wetipo.

Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »