Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR ...

Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR Reporter:

Aminudin (Kontributor)

Editor:

Iqbal Muhtarom

Selasa, 14 November 2017 21:37 WIB
Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono mengatakan pihaknya menunggu keputusan dari pemerintah pus at dan DPR soal kasus penyanderaan warga di dua desa di Mimika, Papua.

"Saya akan menunggu keputusan politik, kan kita menunggu dari pemerintah dan dari DPR bagaimana nantinya Papua itu akan dibikin seperti apa," ujar Mulyono kepada wartawan di Bandung, Selasa, 14 November 2017.

Menurut Mulyono, sikap dan tindakan TNI sebagai alat negara saat ini masih di bawah aturan dan hukum yang diterapkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Penyanderaan di Papua, JK: Selamatkan Rakyat Apa pun Caranya

Berdasarkan kacamata TNI, kata dia, sebetulnya kegiatan yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) merupakan bagian dari bentuk gerakan separatis karena telah melawan negara Indonesia untuk bisa merdeka.

"Kalau seperti itu kan ancamannya bukan sudah kriminal tapi itu sudah gerakan separatis ya karena dia menantang negara pengen merdeka dengan memisahkan diri dari NKRI it u ancaman separatis dan itu secara hukum sudah salah," katanya.

Mulyono mengatakan kegiatan yang dilakukan OPM notabene merugikan masyarakat disana. Mulyono pun menuding OPM itu melakukan tindakan penyandraan, penembakan bahkan hingga pembunuhan.

"Mereka menembaki mobil-mobil Palang Merah yang notabene merupakan kepentingan sosial. Mereka melakukan pencurian-pencurian, mereka menyerang pos-pos keamanan dan lain-lain itu kan semuanya di bawah situasi yang tidak kondusif," katanya. "Apalagi kenyataannya juga yang disandera banyak yang sakit mereka melakukan apa buat orang-orang itu,"

Mulyono mengatakan OPM semakin gencar melakukan kampanye untuk memisahkan diri dari Indonesia melalui media dan yang lainnya.

"Mereka membuat statement-statement menantang ingin berperang kepada tentara Negara Kesatuan Republik Indonesia itu memang pernyataan-pernyataan yang betul-betul memang memprovokasi kita dan kita juga tahu," ucap dia.

Mulyono mengatakan penguatan pasukan pun telah dilakukan secara maksimal agar kondisi di Papua bisa kembali kondusif. "Kalau Papua kondusif artinya program-program pemerintah yang dilaksanakan Pak Jokowi untuk membangun Papua mensejahterakan masyarakat itu akan bisa dicapai," ucap Mulyono.

Informasi penyanderaan 1.300 orang di Mimika itu disampaikan oleh Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar pada Kamis, 9 November 2017 pekan lalu. Polisi menyebut para penyandera sebagai KKB atau kelompok kriminal bersenjata.

Baca juga: Kelompok Separatis Papua Bantah Lakukan Penyanderaan

Warga di dua desa, Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua dilarang keluar dari kampung dan melarang warga desa beraktivitas untuk mencari kebutuhan pokok hingga mengisolasi jalur lalu lintas.

Namun, pengacara Hak Asasi Manusia Veronica Koman membantah berita penyanderaan dan intimidasi terhadap 1.300 warga di Desa Kimberli dan Banti, Dist rik Tembagapura, Mimika, Papua. Veronica menuduh Kepolisian telah memanipulasi fakta mengenai situasi yang sebenarnya di wilayah itu. “Tidak benar itu (penyanderaan),” kata Veronica kepada Tempo di Jakarta, Minggu, 12 November 2017.

Vero mengatakan bahwa KKB yang dimaksud kepolisian adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM). “Kepolisian mengganti TPN dengan KKB untuk justifikasi dan tujuan tertentu.” Salah satunya agar kepolisian bisa menyisir perkampungan. Warga di kedua kampung, menurut dia, justru merasa terintimidasi oleh kehadiran TNI dan Polri.

AMINUDDIN A.S.

Terkait
  • Komnas HAM Minta Polisi Hat   i-hati Sikapi Kondisi di Mimika, Papua

    Komnas HAM Minta Polisi Hati-hati Sikapi Kondisi di Mimika, Papua

    5 jam lalu
  • Polisi Klaim Bantuan Makanan Dihalangi Kelompok Bersenjata

    Polisi Klaim Bantuan Makanan Dihalangi Kelompok Bersenjata

    5 jam lalu
  • Penyanderaan di Papua, JK: Selamatkan Rakyat Apa pun Caranya

    Penyanderaan di Papua, JK: Selamatkan Rakyat Apa pun Caranya

    7 jam lalu
  • Polri Gunakan Cara Persuasif Hadapi Kelompok Bersenjata di Papua

    Polri Gunakan Cara Persuasif Hadapi Kelompok Bersenjata di Papua

    8 jam lalu
  • Rekomendasi
  • Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

    Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

    1 jam lalu
  • Pengamat: Hukuman Buni Yani Tak Bisa Membebaskan Ahok

    Pengamat: Hukuman Buni Yani Tak Bisa Membebaskan Ahok

    2 jam lalu
  • Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

    Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

    2 jam lalu
  • Wapres Jusuf Kalla Bingung Setya Novanto Gugat UU KPK

    Wapres Jusuf Kalla Bingung Setya Novanto Gugat UU KPK

    2 jam lalu
  • Foto
  • Airin Diperiksa KPK Terkait Kasus Pencucian Uang Suaminya

    Airin Diperiksa KPK Terkait Kasus Pencucian Uang Suaminya

    2 jam lalu
  • Berbahaya, Warga Tetap Bermain di Sekitar Bangkai Paus di Aceh

    Berbahaya, Warga Tetap Bermain di Sekitar Bangkai Paus di Aceh

    4 jam lalu
  • Bersalah, Buni Yani Divonis 1,5 Tahun Penjara

    Bersalah, Buni Yani Divonis 1,5 Tahun Penjara

    9 jam lalu
  • Gunung Sinabung Terus Erupsi

    Gunung Sinabung Terus Erupsi

    13 jam lalu
  • Video
  • Buni Yani Divonis 1,5 Tahun, Amien Rais Minta Massa Hormati Putus

    Buni Yani Divonis 1,5 Tahun, Amien Rais Minta Massa Hormati Putus

    3 jam lalu
  • Demo Nelayan Sambut Kedatangan Menteri Susi di Tegal

    Demo Nelayan Sambut Kedatangan Menteri Susi di Tegal

    7 jam lalu
  • Tolak Kontrak Baru, Pedagang Pasar Tanah Tinggi Gelar Aksi Mogok

    Tolak Kontrak Baru, Pedagang Pasar Tanah Tinggi Gelar Aksi Mogok

    8 jam lalu
  • Sebelum Vonis, Buni Yani Ucapkan Sumpah Mubahalah

    Sebelum Vonis, Buni Yani Ucapkan Sumpah Mubahalah

    10 jam lalu
  • terpopuler
  • 1 Laptop Penyidik KPK Dirampas, Isinya Bukti Kasus Basuki Hariman
  • 2

    Setya Perkarakan KPK, Jusuf Kalla: Mau Bebas dengan Bermacam Cara

  • 3

    Pembakar Polres Dharmasraya Diduga Simpatisan ISIS

  • 4

    Wapres Jusuf Kalla Bingung Setya Novanto Gugat UU KPK

  • 5

    Kebakaran Landa Gedung DPR, Wakil Ketua DPR Ikut Dievakuasi

  • Fokus
  • Setya Novanto Melawan Lewat Mahkamah Konstitusi

    Setya Novanto Melawan Lewat Mahkamah Konstitusi

  • Soal NJOP, Gubernur Djarot Bela Pengembang Pulau Reklamasi

    Soal NJOP, Gubernur Djarot Bela Pengembang Pulau Reklamasi

  • Polisi Temukan Identitas Terduga Pembakar Polres Dharmasraya

    Polisi Temukan Identitas Terduga Pembakar Polre s Dharmasraya

  • KPK Sudah Antisipasi Perlawanan Setya Novanto

    KPK Sudah Antisipasi Perlawanan Setya Novanto

  • Terkini
  • Akbar Tandjung Khawatir Golkar Bakal Habis di Pemilu 2019

    Akbar Tandjung Khawatir Golkar Bakal Habis di Pemilu 2019

    2 jam lalu
  • Pengamat: Hukuman Buni Yani Tak Bisa Membebaskan Ahok

    Pengamat: Hukuman Buni Yani Tak Bisa Membebaska n Ahok

    2 jam lalu
  • KPK Siap Jadi Pihak Terkait dalam Gugatan Setya Novanto ke MK

    KPK Siap Jadi Pihak Terkait dalam Gugatan Setya Novanto ke MK

    2 jam lalu
  • Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

    Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

    2 jam lalu
  • 2.000 Tamu Akan Hadir di Acara Ngunduh Mantu Kahiyang -Bobby

    2.000 Tamu Akan Hadir di Acara Ngunduh Mantu Kahiyang -Bobby

    3 jam lalu
  • Cemas Golkar Kiamat, Akbar Tandjung Desak Setya Novanto Diganti

    Cemas Golkar Kiamat, Akbar Tandjung Desak Setya Novanto Diganti

    3 jam lalu
  • Blangko E-KTP Baru untuk Penghayat Kepercayaan Tersedia pada 2018

    Blangko E-KTP Baru untuk Penghayat Kepercayaan Tersedia pada 2018

    3 jam lalu
  • KSAD: Anggota TNI Boleh Berpolitik, Asal...

    KSAD: Anggota TNI Boleh Berpolitik, Asal...

    4 jam lalu
  • Airin Diperiksa KPK Terkait dengan Penanganan Kasus Baru

    Airin Diperiksa KPK Terkait dengan Penanganan Kasus Baru

    4 jam lalu
  • Kementerian Kelautan Ingin Mengambil Sampel Muntahan Paus

    Kementerian Kelautan Ingin Mengambil Sampel Muntahan Paus

    4 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Ambergris, Muntahan Paus yang Bernilai Tinggi

    Ambergris, muntahan paus yang bernilai tinggi tak sengaja ditemukan Sukadi di perairan pulau Enggano di Bengkulu.

    Sumb er: Google News | Berita 24 Pabar

    COMMENTS

    Tulis Artikel
    Nama

    Edukasi,2,Lokal,7,Nasional,1,Terkini,50,
    ltr
    item
    Berita 24 Papua Barat: Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR
    Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR
    https://cdn.tmpo.co/data/2017/06/14/id_615601/615601_620.jpg
    Berita 24 Papua Barat
    http://www.pabar.berita24.com/2017/11/penyanderaan-di-papua-ksad-tunggu.html
    http://www.pabar.berita24.com/
    http://www.pabar.berita24.com/
    http://www.pabar.berita24.com/2017/11/penyanderaan-di-papua-ksad-tunggu.html
    true
    4956064999374717361
    UTF-8
    Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy