www.AlvinAdam.com


Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Menko PMK: Ibu Berperan Penting dalam Vaksinasi, Kecukupan Gizi, dan Pendidikan Anak

Posted by On 05.22

Menko PMK: Ibu Berperan Penting dalam Vaksinasi, Kecukupan Gizi, dan Pendidikan Anak

Menko PMK: Ibu Berperan Penting dalam Vaksinasi, Kecukupan Gizi, dan Pendidikan Anak

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaann (Menko PMK) Puan Maharani di sela-sela puncak Peringatan Hari Ibu di Raja Ampat, Papua Barat, Jumat, 22 Desember 2017. (Istimewa/Asni Ovier)

Oleh: Asni Ovier / AO | Jumat, 22 Desember 2017 | 19:37 WIB

Raja Ampat - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, peringatan Hari Ibu Nasional harus dijadikan momentum penting untuk meningkatkan peran ibu dalam memberikan vaksinasi, kecukupan gizi, dan pendidikan anak-anak. Puan menegaskan, peran ibu sangat penting dalam seg ala aspek kehidupan anak.

Bahkan, ujarnya, peran vital itu sudah dimulai sejak anak masih janin di dalam kandungan. "Masa depan anak itu sangat bergantung pada peran ibu," ucap Menko Puan Maharani kepada wartawan sesaat sebelum mengikuti puncak peringatan Hari Ibu yang berlangsung di Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (22/12).

Peringatan Hari Ibu di Raja Ampat sangat spesial, karena dihadiri pula Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta sembilan menteri perempuan kabinet kerja. Hadir pula Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Raja Ampat Marcus Wanma, dan beberapa tokoh adat lainnya.

Puan mengaku sangat bahagia atas diperingatinya Hari Ibu. Menurutnya, rasa sayang ibu kepada anak-anak itu sangat besar dan tiada ternilai harganya. "Ada begitu banyak pengorbanan ibu yang dilakukan dalam kehidupan demi anak-anaknya," ujarnya.

Cucu proklamator kemerdekaan Soekarno itu menggarisbawahi kecintaan seorang ibu kepada anak harus pula dibarengi k engan kesungguhan untuk menyiapkan masa depan anak. Bagi Puan, dalam konteks kekinian, ibu yang memberikan vaksinasi kepada anak, ibu yang memperhatikan kebutuhan gizi tumbuh kembang balita, dan ibu yang peduli terhadap pendidikan anak adalah wujud sayang ibu yang sebenarnya.

"Inilah wujud kecintaan seorang ibu yang seharusnya,” tutur Puan. Dikatakan pula, untuk setiap persoalan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan, negara telah hadir untuk ibu-ibu dari kalangan yang kurang mampu.

"Vaksinasi itu gratis di puskesmas. Kemudian ada Program Keluarga Harapan yang memberikan makanan ekstra. Anak-anak dari keluarga kurang mampu juga mendapat tunjangan sekolah. Ini semua diberikan agar ibu bisa memperhatikan dan membantu proses perkembangan anak di segala aspek kehidupan," kata Puan.

Puncak peringatan Hari Ibu Hari Ibu ke-89 yang dihelat di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat, berlangsung sangat meriah. Acara ini dibuka oleh ir ingan suling tambur oleh "mama-mama" Raja ampat yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" oleh kelompok paduan suara Bhayangkari.

Menko PMK pada acara ini juga turut membacakan puisi bersama menteri-menteri perempuan lainnya. “Jadilah ibu yang memperkokoh karakter bangsa, memperhalus budi pekerti, dan mengajarkan tradisi luhur, demi kebangkitan bangsa Indonesia,” ucap para menteri saat membacakan puisi.

Setelah pembacaan puisi, Menko PNK bersama Presiden Jokowi dan para menteri berinteraksi dengan kaum ibu di sekitar panggung, memberikan secara simbolis sertifikat, mencicipi kuliner di bazar sekitar panggung, dan berfoto bersama dengan para pemuka adat/masyarakat.

Sementara, dalam sambutannya, Presiden Jokowi menjelaskan proses terbentuknya Hari Ibu, yang berawal pada 1928, tidak lama setelah Sumpah Pemuda dikumandangkan. Ketika itu, beberapa aktivis perempuan yang terlibat di kongres pemuda terinspirasi untuk m enyuarakan persatuan Indonesia melalui kongres versi perempuan yang pertama berkumandang pada 22 Desember 1928, yang kini diperingati sebagai Hari Ibu.

Hari Ibu di Indonesia adalah gerakan kebangsaan yang diawali oleh 1.000 orang perempuan dari 30 organisasi pada 89 tahun yang lalu. Hari ibu di Indonesia memiliki nilai perjuangan kemerdekaan dan perbaikan nasib perempuan dan peringatan atas kewajiban kaum perempuan Indonesia untuk menjadi ibu bangsa.

“Indonesia memiliki sembilan menteri perempuan kabinet kerja yang nyatanya terbanyak di dunia,” ujar Presiden Jokowi.


Sumber: BeritaSatu.com ARTIKEL TERKAIT
  • Melly Goeslaw Terharu Rayakan Hari Ibu di Suriah
  • Zulkifli Hasan: Peran Ibu di Jaman Now S angat Sentral
  • Mensos: Ibu Harus Siap Hadapi Tantangan Kompleks
  • Hari Ibu, Jokowi: Perempuan Berperan Majukan Indonesia
  • Chikita Rosemarie: Seorang Ibu Harus Lebih Pintar
  • Presiden Minta Menteri Perempuan Baca Puisi Ibu
  • 1 Natal dan Tahun Baru 2018 2 Menuju Jabar-1 3 Kontroversi Yerusalem 4 Munaslub Golkar 5 Gempa Tasikmalaya
    • Tak Gentar oleh Trump, Indonesia Resmi Dukung Resolusi PBB
    • Murkanya Israel dan AS atas Sidang PBB
    • Ini Bunyi Resolusi PBB yang Mentahkan Klaim Trump Soal Yerusalem
    • Kebut-kebutan, Metromini Tabrak Ojek Online Hingga Tewas
    • Ahok Terima Remisi Natal
    • Kecewa TGUPP Dicoret, Anies Bertekad Jalankan Amanah di DKI
    • Metromini Tabrak Sepeda Motor, Satu Tewas di Flyover Kebayoran Lama
    • Kunjungi Pantai Kuta, Jokowi Pastikan Bali Aman
    • Ke Nusakambangan, Kapolri Bertemu Terpidana Mati Kasus Terorisme
    • Didukung Tiongkok, PBB Terapkan Sanksi Baru untuk Korut
Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »