GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Empat ton cangkang kerang Lola dan karapas Penyu disita Polisi Papua Barat

Empat ton cangkang kerang Lola dan karapas Penyu disita Polisi Papua Barat

Login/Daftar��������������������������������������…

Empat ton cangkang kerang Lola dan karapas Penyu disita Polisi Papua Barat

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapur a Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
    • Interaktif
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Empat ton cangkang kerang Lola dan karapas Penyu disita Polisi Papua Barat
  • Selasa, 29 Mei 2018 â€" 23:44
  • 59x views
Empat ton cangkang kerang Lola dan karapas Penyu disita Polisi Papua Barat Penangkapan tersebut, kata Hari melibatkan tim dari Mabes Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup serta LSM Wildlife Conservation Society yang dibantu anggota Reskrim Kota Sorong, yang mendatangi tempat penjualan hasil laut milik M.Nur sekira pukul 10.00 WP. Barang bukti cangkang kerang Lola dan karapas Penyu yang disita di tempat penjualan hasil laut di Kota Sorong - Jubi/dok Polres Kota Sorong. Hans Kapisa [email protected] Editor : Edho Sinaga LipSus Jubi dan WRI gelar pembekalan pemantauan pengawasan hutan Features | Jumat, 25 Mei 2018 | 21:34 WP PPPA Papua diminta berpihak kepada ibu dan anak Features | Selasa, 22 Mei 2018 | 21:15 WP Semua lini harus cegah perambahan h utan dan pencurian kayu Features | Kamis, 10 Mei 2018 | 21:55 WP Kopi Oksibil, salah satu varietas kopi terbaik di Indonesia Features | Sabtu, 05 Mei 2018 | 12:38 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Kota Sorong, Jubi - Kepolisian Resort Kota Sorong, Papua Barat berhasil membongkar sindikat penjualan gelap satwa laut yang dilindungi dan mengamankan satu terduga pelaku atas nama M. Nur.

Di tempat penangkapan, Polisi berhasil menyita 4.460 kg cangkang kerang Lola (Trochus niloticus) dan 44,46 kg k arapas Penyu siap jual. Lokasinya berada di jalan Yos Sudarso komplek Lido RT.001/RW.002 Kelurahan Klasuur Kota Sorong.

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Hari Supriono membenarkan penangkapan tersebut dilakukan oleh anggota Polres Kota Sorong yang sedang melaksanakan kegiatan patroli rutin dengan sasaran para pelaku dibidang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya di Kota Sorong.

Penangkapan tersebut, kata Hari melibatkan tim dari Mabes Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup serta LSM Wildlife Conservation Society yang dibantu anggota Reskrim Kota Sorong, yang mendatangi tempat penjualan hasil laut milik M.Nur sekira pukul 10.00 WP.

"Selain mengamankan M Nur, Polisi juga mengamankan dua saksi lainnya yaitu Laode Sofyan dan M.Hasbullah. Ketiganya digiring ke Mapolres Kota Sorong untuk proses sidik lebih lanjut, sedangkan barang bukti kulit kerang Lola dan karapas penyu dititipkan di kantor BKSDA Kota Sorong,” ujar Hari kepada Jubi, Selasa (29/5/2018) malam.

Diketahui, Kerang Lola (Trochus niloticus) merupakan hewan moluska dari kelas Gastropoda yang hidup di rataan terumbu karang. Kerang ini memiliki manfaat ekologis di ekosistem terumbu karang sebagai herbivora yang mengontrol populasi makroalga, sebagai bahan makanannya.

Selain itu kerang jenis ini juga memiliki potensi ekonomis yang cukup tinggi karena memiliki cangkang dengan lapisan mutiara yang bermutu tinggi.

Cangkangnya dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai jenis industri seperti cat, kancing , perhiasan dan lain-lain.

Namun, dengan menurunnya populasi kerang Loka khususnya di perairan Indonesia, maka Pemerintah dalam hal ini Menteri Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan No.12 tahun 1987 yang menyatakan bahwa kerang Lola adalah salah satu jenis hewan laut yang dilindungi. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Polisi siaga satu pasca penetapan Kmurkek jadi Ibukota Maybrat

Selanjutnya

Polda Papua Barat selamatkan satwa endemik Papua

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Jejak dan ketangguhan Sang Jenderal PERSIPURA
Senin, 28 Mei 2018 | 18:54
Diproduksi : JUBI Pembunuhan misterius OAP selama tahun 2015-2016
Senin, 28 Mei 2018 | 12:16
Diproduksi : admin MENGKONSUMSI PANGAN LOKAL, MENGUATKAN EKONOMI PEREMPUAN PAPUA
Senin, 28 Mei 2018 | 04:59
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) West Papua Solidarity For EARTHQUAKE DISASTER IN NEW GUINEA
Minggu, 27 Mei 2018 | 08:37
Diproduksi : West Papua UPdates Kegiatan Pelatihan Ombusmen Provinsi Papua di Jayapura
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Aksi Hari Perempuan Internasional Di Jayapura
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:55
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Terkini
  • Polda Papua Barat selamatkan satwa endemik Papua

    Domberai â€" Selasa, 29 Mei 2018 | 23:58 WP
  • Persipura dan Persebaya sama-sama senang

    Lembar Olahraga â€" Selasa, 29 Mei 2018 | 23:50 WP
  • Empat ton cangkang kerang Lola dan karapas Penyu disita Polisi Papua Barat

    Domberai â€" Selasa, 29 Mei 2018 | 23:44 WP
  • Semua pihak di Paniai diminta menahan diri

    Polhukam â€" Selasa, 29 Mei 2018 | 22:38 WP
  • Legislator Papua: Pekerja wajib dapat THR

    Ekonomi â€" Selasa, 29 Mei 2018 | 22:21 WP
  • Dana Rp 600 juta dari dua sumber dicairkan sekaligus

    Anim Ha â€" Selasa, 29 Mei 2018 | 21:24 WP
  • Bupati Mappi: Kami akan kerjasama dengan Pemkab Merauke

    Anim Ha â €" Selasa, 29 Mei 2018 | 20:24 WP
  • Relawan Lukmen for Papua bangun kekuatan raih kemenangan

    Advertorial â€" Selasa, 29 Mei 2018 | 18:58 WP
  • West Papua dapatkan dukungan Partai Hijau Australia untuk masuk daftar Dekolonisasi PBB

    Berita Papua â€" Selasa, 29 Mei 2018 | 18:38 WP
  • Pemerintah Samoa Vs Gereja, apa jalan keluarnya?

    Pasifik â€" Selasa, 29 Mei 2018 | 17:11 WP
Populer Jadi tersangka, Djuli Mambaya siap kembalikan kerugian negara Polhukam |â€" Minggu, 20 Mei 2018 WP | 2717x views MRP: Masyarakat jangan percaya isu SK pelantikan Bupati Lanny Jaya dan Tolikara Mamta |â€" Selasa, 22 Mei 2018 WP | 2294x views Infografis : Jumlah kasus penyiksaan di Tanah Papua dalam 6 tahun terakhir Infografis |â€" Minggu, 20 Mei 2018 WP | 1700x views Kepulauan Solomon bahas masalah Papua Pasifik |â€" Kamis, 24 Mei 2018 WP | 1407x views Masyarakat adat dukung sikap ex-rimbawan kehutanan Nabire Nabire Membangun |â€" Senin, 21 Mei 2018 WP | 1325x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radi o New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Berita 24 Pabar

Tidak ada komentar