www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 16.20

292 Buaya Dibantai Warga di Sorong Papua Barat, Polisi Tetap Proses Hukum

292 Buaya Dibantai Warga di Sorong Papua Barat, Polisi Tetap Proses Hukum

Dari mediasi tersebut, pemilik penangkaran buaya memberikan santunan kepada keluarga korban serangan buaya.

292 Buaya Dibantai Warga di Sorong Papua Barat, Polisi Tetap Proses HukumhandoutRatusan warga Tugu Merah, SP 1, Kita Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, mengamuk hingga membantai 292 ekor buaya di penangkaran milik seorang pengusaha di Jalan Bandara, SP 1, Kelurahan Klamalu, lantaran salah seorang warga tewas dimangsa buaya, Jumat (13/7/2018)

SERAMBINEWS.COM, TIMIKA - Kepolisian Resor Sorong, Papua Barat, tetap melanjutkan proses hukum kepada pemilik penangkaran buaya dan warga meski kedua pihak sepakat tidak menuntut kasus pembantain hewan reptil ini.

Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna mengatakan, pihaknya sudah memasilitasi pertemuan antara CV Mitra Lestari Abadi (MLA) selaku pemilik penangkaran buaya dan warga sebanyak dua kali.

Dari mediasi tersebut, pemilik penangkaran buaya memberikan santunan kepada keluarga korban serangan buaya.

Serta kedua pihak sepakat untuk tidak menuntut kasus ini.

Baca: Presiden Kroasia Peluk Pemain Timnas di Final Piala Dunia 2018, TV Iran Stop Siaran Langsung

Baca: Gantikan Prof Syamsul Rijal, Waryono Jabat Ketua Forum Wakil Rektor III PTKIN

"Mediasi dilakukan dua kali pada saat kejadian 13 Juli dan 16 Juli. Dari mediasi itu kedua pihak sepakat tidak menuntut," kata AKBP Dewa dalam keterangan persnya, Selasa (17/7/2018).

Meski demikian, pihak kepolisian tetap akan melanjut kan kasus tersebut ke ranah hukum.

Ada tiga pasal yang disangkakan bagi pemilik penangkaran dan warga.

Untuk pemilik penangkaran dikenakan pasal 359 KUHP tentang unsur kelalaian yang menyebabkan kematian.

"Ada lima saksi yang sudah diperiksa. Sedangkan tersangkanya belum diperiksa," kata Dewa.

Baca: Dihantam Hujan Deras, Warung Mi Aceh di Medan Roboh, Satu Unit Mobil Rusak

Baca: 10 Parpol Telah Mendaftar ke KIP Aceh Timur, DPW PA Target 28 Kursi DPRK

Sementara untuk warga, ada dua pasal yang disangkakan, yaitu Pasal 170 tentang melakukan perbuatan perusakan bersama-sama dan Pasal 21 ayat 2 huruf a Jo pasal 40 ayat 2 Undang-undang RI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Hayati.

Halaman selanjutnya 123
Editor: faisal Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Sumber: Berita Papua Barat