www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 10.28

Dari Kalifornia Penyu Belimbing Berenang ke Papua untuk Bertelur

Dari Kalifornia Penyu Belimbing Berenang ke Papua untuk Bertelur Reporter:

Francisca Christy Rosana

Editor:

Tulus Wijanarko

Selasa, 22 Mei 2018 13:44 WIB
Penyu belimbing di Pantai Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Foto: Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Penyu belimbing di Pantai Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Foto: Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

TEMPO.CO, JTambrauw - Taman Pe sisir Jeen Womom, yang meliputi wilayah Pantai Jamursba Medi (Jeen Yessa) dan Pantai Warmon (Jeen Syuab), di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, menjadi satu-satunya tempat bertelur rutin penyu belimbing atau Dermochelys coriaceadi di Indonesia. World Wide Fund for Nature (WWF) mencatat, sepanjang 2017, sebanyak 1.240 sarang penyu belimbing ditemukan di pesisir tersebut.

Peneliti penyu senior Ida Bagus Windia Adnyana dari Universitas Udayana saat dihubungi Tempo pada Jumat, 18 Mei 2018, mengatakan jumlah itu tercatat menjadi salah satu yang terbesar di dunia. “Jeen Womom menjadi habitat dan tempat bertelur penyu jenis belimbing terbesar bersanding dengan Papua New Guinea dan Costarica,” katanya.

Penyu Belimbing yang ditemukan di pesisir Jeen Womom hanya yang berjenis kelamin betina dan berusia 15-30 tahun. Sepanjang tahun lalu, 281 ekor mendarat di sana untuk menetaskan tukik-tukiknya.

Penyu belimbing lantas akan kembali ke perairan Samudra Pasif ik dan berenang sampai perairan California, tepatnya di Pantai Monterey, untuk memburu ubur-ubur jelly blubber atau Catostylus mosaicus. Ubur-ubur itu adalah makanan utamanya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw Linderd Rouw mengatakan penyu belimbing di perairan California akan membantu mengontrol lonjakan populasi ubur-ubur yang kini menguasai laut California itu. “Karenanya, orang California cukup konsentrasi menjaga kelangsungan hidup penyu belimbing karena kalau punah, lonjakan populasi ubur-ubur tidak terkontrol,” katanya saat ditemui di Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Rabu, 16 Mei 2018.Rombongan Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw memantau tempat habitat penyu bertelur di Pantai Jeen Womom, Tambrauw, Papua Barat. Tempo/Francisca Christy Rosana)

Setelah makan dan bereproduksi, penyu belimbing akan berenang kembali mengikuti arus menuju Pantai J een Womom. Mereka berenang kira-kira 6 bulan untuk sampai ke perairan Papua Barat. Dalam perjalanannya, penyu itu akan mampir ke feeding ground atau tempat mencari makan. Salah satu feeding ground berada di Pulau Kei, Maluku Tenggara.

Sesampainya di Jeen Womom, penyu belimbing bakal berputar-putar mencari tempat untuk bertelur. Konon, Jeen Womom dipilih karena memiliki kualitas pasir yang lembut dan cocok untuk penetasan tukik penyu belimbing. Dalam proses bertelur, penyu akan menggali lubang sedalam 1 meter.

Sekali bertelur, telur penyu belimbing berjumlah lebih-kurang 80 butir. Tukik akan menetas setelah 60 hari.

Secara umum, penyu belimbing memiliki ciri-ciri yang unik. Penyu tersebut berukuran paling besar dibanding penyu jenis lainnya. Panjang lengkungan punggungnya sekitar 1,2-2,4 meter. Penyu ini juga merupakan penyu satu-satunya yang tidak memiliki karapas keras. Sedangkan bentuk punggungnya menyerupai belimbing yang memiliki uliran tajam .

Rahang penyu sangat lunak. Inilah yang membuat penyu harus menyantap makanan yang juga lunak, seperti ubur-ubur.

Dari telurnya, penyu belimbing memiliki telur abnormal. Artinya, penyu tidak memiliki kuning telur. Sementara itu, ukuran telur penyu ini sebesar bola tenis.

Telur penyu belimbing menjadi incaran utama predator darat. Manusia, babi, dan anjing hutan menjadi ancaman terbesar punahnya penyu belimbing dan tukik-tukiknya. Sedangkan ancaman lainnya ialah abrasi.

Selain penyu belimbing, Jeen Womom menjadi tempat bertelur penyu jenis lain. Di antaranya penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang.

Di Indonesia, penyu belimbing pernah bertelur di sejumlah tempat. Misalnya di Aceh dan Jember, Jawa Timur. Namun tidak terprediksi jumlahnya dan tidak rutin.

“Bisa jadi mereka hanya terbawa arus karena penyu berenang mengikuti arus,” ujar Ida Bagus Windia Adnyana. Jumlah penyu belimbing di Aceh tak sampai 10 persen. Itu pun tak dapat diprediksi selalu ada.

Lihat Juga


Terkait
  • 99 Telur Penyu Sisik Menetas di Penangkaran Pulau Tikus

    99 Telur Penyu Sisik Menetas di Penangkaran Pulau Tikus

    57 hari lalu
  • Jumlah Penyu di Perairan Sumatera Barat Mencapai 30 Ribu Ekor

    Jumlah Penyu di Perairan Sumatera Barat Mencapai 30 Ribu Ekor

    5 Maret 2018
  • Perampok Telur Penyu Beraksi di Pulau Sangalaki

    Perampok Telur Penyu Beraksi di Pulau Sangalaki

    11 Februari 2018
  • Menteri Susi Pudjiastuti Temukan Sarang Penyu Lekang di Padang

    Menteri Susi Pudjiastuti Temukan Sarang Penyu Lekang di Padang

    10 Februari 2018
  • Rekomendasi
  • Shukor dan 7 Astronot Muslim Lain yang Menjelajah Antariksa

    Shukor dan 7 Astronot Muslim Lain yang Menjelajah Antariksa

    6 jam lalu
  •  4 Tip Naik Gunung Saat Puasa yang Patut Dicoba

    4 Tip Naik Gunung Saat Puasa yang Patut Dicoba

    10 jam lalu
  • Tinggalkan Everest, Dua Pendaki Indonesia Menuju Kathmandu

    Tinggalkan Everest, Dua Pendaki Indonesia Menuju Kathmandu

    17 jam lalu
  • Tempat Makan di Jakarta Ini Jadi Andalan Kuliner Malam Traveloka Eats

    Tempat Makan di Jakarta Ini Jadi Andalan Kuliner Malam Traveloka Eats

    1 hari lalu
  • Foto
  • Wisatawan Menikmati Ganja dalam Bus saat Mengikuti Tur

    Wisatawan Menikmati Ganja dalam Bus saat Mengikuti Tur

    12 jam lalu
  • Menikmati Keindahan Aneka Ragam Bunga di Chelsea Flower Show

    Menikmati Keindahan Aneka Ragam Bunga di Chelsea Flower Show

    15 jam lalu
  • Menikmati Sensasi Es Durian di Kafe After You

    Menikmati Sensasi Es Durian di Kafe After You

    4 hari lalu
  • Dua Mahasiswi Indonesia Berhasil Puncaki Gunung Everest

    Dua Mahasiswi Indonesia Berhasil Puncaki Gunung Everest

    5 hari lalu
  • Video
  • Museum Apung di Tebing Karst Menarik Perhatian Publik

    Museum Apung di Tebing K arst Menarik Perhatian Publik

    3 hari lalu
  • Burung Beo Peramal Tujuan Wisata

    Burung Beo Peramal Tujuan Wisata

    12 hari lalu
  • Menikmati Indahnya Atraksi Ribuan Drone di Langit Cina

    Menikmati Indahnya Atraksi Ribuan Drone di Langit Cina

    18 hari lalu
  • Atraktifnya Tari Peresean Dalam Gerak Super Slow-Mo

    Atraktifnya Tari Peresean Dalam Gerak Super Slow-Mo

    24 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Tinggalkan Everest, Dua Pendaki Indonesia Menuju Kathmandu

  • 2

    Dari Kalifornia Penyu Belimbing Berenang ke Papua untuk Bertelur

  • 3

    Kuliner Terpilih, 4 Warung Penyet untuk Buka Puasa di Jakarta

  • 4

    Sejarah Panjang dan Beragam Keunikan di Kastil Windsor

  • 5

    Shukor dan 7 Astronot Muslim Lain yang Menjelajah Antariksa

  • Fokus
  • KPK Malaysia Akhirnya Periksa Bekas PM Najib Razak

    KPK Malaysia Akhirnya Periksa Bekas PM Najib Razak

  • 20 Tahun Reformasi: Soeharto yang Bangkit Lagi di I   ngatan Publik

    20 Tahun Reformasi: Soeharto yang Bangkit Lagi di Ingatan Publik

  • Kemenag Daftar 200 Penceramah, MUI Sebut Masyarakat Sudah Cerdas

    Kemenag Daftar 200 Penceramah, MUI Sebut Masyarakat Sudah Cerdas

  • Dituntut Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Berani Mati Syahid?

    Dituntut Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Berani Mati Syahid?

  • Terkini
  • 6 Oleh-oleh Unik dari Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

    6 Oleh-oleh Unik dari Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

    7 jam lalu
  • Ngabuburit dan Berbuka di Bazar Wisma Geylang Serai, Singapura

    Ngabuburit dan Berbuka di Bazar Wisma Geylang Serai, Singapura

    8 jam lalu
  • Shukor dan 7 Astronot Muslim Lain yang Menjelajah Antariksa

    Shukor dan 7 Astronot Muslim Lain yang Menjelajah Antariksa

    9 jam lalu
  • Dari Kalifornia Penyu Belimbing Berenang ke Papua untuk Bertelur

    Dari Kalifornia Penyu Belimbing Berenang ke Papua untuk Bertelur

    10 jam lalu
  •  4 Tip Naik Gunung Saat Puasa yang Patut Dicoba

    4 Tip Naik Gunung Saat Puasa yang Patut Dicoba

    11 jam lalu
  • Sejarah Panjang dan Beragam Keunikan di Kastil Windsor

    Sejarah Panjang dan Beragam Keunikan di Kastil Windsor

    15 jam lalu
  • Kuliner Terpilih, 4 Warung Penyet untuk B   uka Puasa di Jakarta

    Kuliner Terpilih, 4 Warung Penyet untuk Buka Puasa di Jakarta

    17 jam lalu
  • Tinggalkan Everest, Dua Pendaki Indonesia Menuju Kathmandu

    Tinggalkan Everest, Dua Pendaki Indonesia Menuju Kathmandu

    17 jam lalu
  • Di 3 Negara Afrika Ini Harry dan Meghan Markle Berbulan Madu

    Di 3 Negara Afrika Ini Harry dan Meghan Markle Berbulan Madu

    1 hari lalu
  • Jeep Wisata Gunung Merapi Menawarkan Paket Ngabuburit Trip

    Jeep Wisata Gunung Merapi Menawarkan Paket Ngabuburit Trip

    1 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.

    Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

    thumbnail

    Posted by On 10.28

    Ketimpangan regulasi hambat perlindungan ekosistem

    Keindahan terumbu karang di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
    Keindahan terumbu karang di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. | Ethan Daniels /Shutterstock

    Tanah Papua menjadi harapan terakhir bagi Indonesia untuk bisa mempertahankan citranya sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terkaya ketiga di dunia.

    Selama bertahun-tahun, para peneliti kerap menemukan aneka spesies flora dan fauna baru di tanah yang masih menjadi tempat konflik bagi manusia itu.

    Maret 2017, sebuah makalah ilmiah yang disusun dua peneliti asal Berlin, Jerman, dan satu peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengumumkan penemuan udang air tawar baru, Cherax warsamsonicus, tepatnya di Sungai Warsamson, Papua Barat.

    Pada periode tahun yang sama, peneliti lain juga menemukan dua spesies anggrek baru, yakni Trichotosia Gabriel-asemiana di Tambrauw dan Dendrobium spiculatum di dataran tinggi Arfak, Papua Barat.

    Dua penemuan itu masing-masingnya dilaporkan dalam jurnal Reinwardtia-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Malesian Orchid Journal.

    Banyak peneliti yang meyakini, masih banyak spesies flora dan fauna baru di Papua yang belum teridentifikasi.

    Akan tetapi, ancaman eksploitasi, seperti pembukaan lahan, yang saat ini masif terjadi mengancam potensi keanekaragaman hayati itu.

    Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas pembalakan liar dan peredaran kayu ilegal terus marak di Papua. Hal itu bisa dilihat melalui data satelit yang dipublikasikan oleh Greenpeace yang berjudul "Forest clearing for oil palm plantations mapped between 2015 and 2018".

    Kondisi i ni bukan hanya mengancam perubahan iklim lantaran kantong-kantong udara semakin menipis, namun juga hilangnya spesies-spesies yang biasa menempati hutan-hutan tersebut.

    Data International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List yang diolah tim Lokadata Beritagar.id menunjukkan, Indonesia memiliki sekitar 1.300 spesies flora dan fauna yang terancam punah, dengan indeks habitat spesies rendah, yakni 46,5.

    Indeks habitat spesies adalah salah satu indikator keanekaragaman hayati yang mengukur proporsi habitat yang tersisa, dibandingkan dengan penghitungan awal yang dilakukan pada 2001.

    Hilangnya habitat berkaitan dengan tingkat kepunahan spesies terutama di kawasan yang tingkat keanekaragaman hayatinya tinggi. Padahal, keanekaragaman hayati dibutuhkan untuk membentuk keseimbangan dan keberlangsungan planet.

    Indonesia berada di jajaran ketiga negara dengan jumlah flora dan fauna terancam punah terbanyak, membawahi Ekuador, Amerika Selatan, dan Madagas kar, Afrika Timur.

    Sementara yang termasuk kategori punah adalah terancam punah dengan kondisi kritis (critically endangered), akan punah dalam waktu panjang (endangered), dan rentan punah (vulnerable).

    Flora dan fauna yang terancam punah
    Flora dan fauna yang terancam punah | Lokadata /Beritagar.id

    Dari perbandingan flora dan fauna yang terancam punah di suatu negara dengan perbandingan indeks habitat spesiesnya, terlihat juga bahwa ada kecenderungan negara yang ancaman kepunahannya rendah justru memiliki upaya perlindungan yang tinggi.

    Sayangnya, tak semua negara yang memiliki ancaman kepunahan flora dan fauna tinggi mampu melakukan hal yang sama. Beberapa negara dalam kelompok tersebut yang terbilang cukup l umayan dalam melakukan upaya menyelamatkan habitatnya adalah India dan Kamerun.

    Secara keseluruhan, mengutip laporan The Living Planet Index (LPI) pada 2012, jumlah keanekaragaman hayati di dunia sudah turun sebanyak 58 persen. Data tersebut membandingkan dengan kondisi pada tahun 1970.

    Presentase tersebut bisa semakin terpuruk, manakala negara-negara di planet Bumi ini tidak melakukan upaya apapun untuk melindunginya.

    Indeks Keanekaragaman Hayati yang dirilis Center for Environmental Law & Policy Yale University yang menilai kinerja tiap negara dalam melindungi habitat dan spesies di negaranya menunjukkan sebuah fakta menarik.

    Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita tiap negara tidak selalu berkolerasi dengan upaya perlindungan terhadap keanekaragaman hayati yang dimilikinya.

    Contoh saja Singapura. Negara kecil yang memiliki PDB per kapita (konstan) sebesar US $516,293 (2016), ternyata berada di jajaran 10 negara terbontot dengan upaya terburuk. Indonesia, yang PDB per kapitanya nyaris delapan kali lipat di bawah Singapura, justru memiliki upaya untuk melindungi.

    Meski memang, pada beberapa negara Eropa dan Amerika Utara yang memiliki PDB tinggi memiliki skor indeks yang tinggi, seperti Jerman, Inggris, Luxembourg, Polandia, Belgia, dan Spanyol.

    Indeks keanekaragaman hayati dan habitat, 2018
    Indeks keanekaragaman hayati dan habitat, 2018 | Lokadata /Beritagar.id

    Indeks Keanekaragaman Hayati menggunakan enam indikator untuk mengukur peringkatnya. Beberapa dari indikator tersebut antara lain konservasi bioma terrestrial untuk cakupan nasional dan internasional, indeks perlindungan spesies, dan indeks keterwakilan konservasi.

    Untuk diketahui, selama sepul uh tahun terakhir, terjadi peningkatan perlindungan kawasan konservasi perairan sebanyak 6,7 persen dari total Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) secara global. Rata-rata peningkatan itu terjadi di Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Inggris, dan Spanyol.

    Target Aichi dan revisi UU konservasi

    Pertemuan Negara Pihak (COP-10) untuk Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) di Nagoya, Jepang, pada 2010 menghasilkan sejumlah rencana strategis untuk mengurangi laju kehilangan keanekaragaman hayati yang disebut Aichi Target 2011-2020.

    Ada lima sasaran strategis yang harus dicapai negara-negara anggotanya, di antaranya mereduksi penyebab hilangnya keanekaragaman hayati, melindungi keanekaragaman ekosistem, spesies, dan genetis, dan menjadikan isu ini menjadi pembahasan di sektor pemerintahan dan masyarakat.

    Sasaran strategis tersebut kemudian dituangkan dalam 20 target yang harus dipenuhi, dengan target hanya kurang dari dua tahun lagi.

    Indonesia, sebagai anggot a dari Like Minded Mega Biodiversity Countries (LMMCs), memiliki peran penting dalam proses negosiasi dari hasil konvensi yang juga disebut Nagoya Protocol itu.

    Namun, langkah pemerintah untuk memenuhi Aichi Target itu terbilang percuma jika pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (RUU KSDAHE) tak kunjung dirampungkan.

    Direktur Eksekutif Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Henri Subagiyo menilai, aturan yang sudah 'jadul' itu sudah tidak mampu mengakomodasi beragam persoalan lingkungan hidup di Indonesia.

    "Ini persoalan yang pelik. Ya masa ga cukup belajar berpuluh-puluh tahun, untuk tahu bahwa tidak ada yang bisa di-improve?" tutur Henri kepada Beritagar.id, Selasa (22/5/2018).

    Ada beberapa poin yang dianggap Henri perlu dimasukkan dalam revisi UU tersebut. Pertama, perlindungan dan pengelolaan tiga tingkatan sumber daya alam; ekosistem, spesies, dan genetik.

    Untuk ekosistem, bagaimana UU tersebut mampu melindungi dan mengelola, bukan hanya kawasan konservasi, melainkan juga konflik yang ada di dalamnya.

    Pemerintah juga diminta untuk mengubah sistem penegakan hukum yang terpusat di satu tonggak untuk urusan kejahatan terhadap satwa. Dan yang terpenting adalah sudah saatnya pemerintah menggandeng pemerintah daerah dan masyarakat dalam perlindungan keanekaragaman hayati.

    "Buatlah aturan yang bagus, yang bisa menaungi semua. Berikan pelaku kejahatan hukuman yang sepatutnya. Kalau gak begitu ya susah," tegas Henri.

    Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

    thumbnail

    Posted by On 10.28

    Partai Hijau Australia Melalui Konferensi Nasionalnya Kembali Mendukung West Papua Untuk Merdeka

    Foto bersama peserta dan pemateri usai National Conference Green Party Australia di Brisbane Australia. (Ist)

    JAYAPURA, SUARAPAPUA.com â€" Partai Hijau atau Green Party Australia pada Sabtu 19 Mei 2018 melalui Konferensi Nasionalnya di Brisbane Australia merekomendasikan sejumlah kebijakan politik mengenai isu Papua Barat.

    Melalui surat elektronik yang dikirim ke redaksi suarapapua.com, Senin (20/5/2018) menyebutkan, dalam lokakarya Konferensi Nasional Green Party Australia itu menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya Dr. Jacob Rumbiak (ULMWP mewakili rakyat bangsa Papua), Veronika Koman (Anggota pengacara ha k asasi manusia internasional Papua Barat), Jason MacLeod (Pendidik dan peneliti berbasis komunitas) dan Senator Richard Di Natale dan Andrew Bartlett dari Partai Hijau Australia.

    Dalam surat itu, mereka (Partai Hijau Australia) kembali menegaskan komitmennya mendukung Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri dengan memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan politiknya.

    1. Mengakui Gerakan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) sebagai suara perwakilan aspirasi politik Rakyat Papua Barat;
    2. Mendukung Papua Barat didaftarkan ulang pada daftar Dekolonisasi PBB di Sidang Umum PBB 2019;
    3. Menyerukan supaya ada pengungkapan penuh atas bantuan Australia kepada Polisi Indonesia dan militer, termasuk pusat kerjasama bersama untuk penegakan hukum, detasemen khusus 88 dan TNI yang digunakan di Papua Barat;
    4. Meminta pemerintah Indonesia untuk menegakkan hak asasi manusia orang Papua Barat, termasuk kebebasan pers dan kebebasan berekspresi;
    5. Seruan untuk akses kebebasan Jurnalis asing ke Papua Barat.

    Selain itu, Partai Hijau Australia merasa terhormat dengan penyaji materi tentang situasi Papua Barat.

    Dengan demikian, hasil dari konferensi itu, melalui lokakaryanya pihaknya mendukung perjuangan rakyat Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri melalui langkah-langkah yang telah disebutkan di atas.

    REDAKSI

    Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

    thumbnail

    Posted by On 11.26

    BBKSDA Papua Barat Perketat Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar

    MANOKWARI, TAJURKTIMUR.COM â€" Balai Besar Kekayaan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Papua Barat menggandeng Conservation International Indonesia untuk memperketat pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar.

    Dalam siaran pers yang diterima Antara, Kamis, disebutkan, Balai Besar KSDA Papua Barat sedang mengembangkan sistem pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar secara Kolaboratif. Sistem ini dikembangkan sebagai upaya menyikapi peningkatan pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar khususnya satwa dilindungi di Papua Barat.

    Pemanfaatan ditengarai dilakukan sebagai komoditas perdagangan serta kepemilikan atau dipelihara secara pribadi sebagai hobi.

    Belum lama ini sistem tersebut disosialisasikan di Kabupaten Kaimana dengan melibatkan unsur petugas dari bandara/pelabuhan seperti bea cukai, imigrasi, karantina pertanian, karantina ikan, otoritas bandara dan pelabuhan, kepol isian dan sejumlah mitra lainya.

    Ini merupakan rangkaian dari beberapa sosialisasi yang telah dilaksanakan dibeberapa seperti Raja Ampat, Manokwari dan Teluk Bintuni. Kegiatan serupa akan dilanjutkan di Sorong dan Sorong
    Selatan.

    Selain tumbuhan dan satwa dilindungi, sistem ini juga ditujukan untuk mengawasi pemanfaatan satwa tidak dilindungipun. Seringkali terjadi pemanfaatan melebihi kuota, pemalsuan atau penggunaan SATS DN yang tidak sesuai dengan ketentuan.

    Diterangkan, saat ini terdapat 29 pengedar tumbuhan dan satwa liar dan Lima diantaranya berada di Kaimana. Mereka memanfaatkan tumbuhan dan satwa liar sebagai komoditas perdagangan yang menjadi penyumbang pendapatan negara bukan pajak (PNBP) pada Balai Besar KSDA Papua Barat melalui ijin edar tumbuhan dan satwa liar, ijin kumpul tumbuhan dan satwa, dan ijin angkut (SATS-DN).

    BKSD menginginkan ada peningkatan PNBP dengan mentutup kran jaringan peredaran illegal tumbuhan dan satwa liar melalui s istem pengawasan yang baik yang melibatkan berbagai stakeholder dan masyarakat pada umumnya.

    Pelibatan stakeholder dan masyarakat dalam sistem pengawasan peredaran TSL ini mengingat Balai Besar KSDA Papua Barat tidak dapat bekerja sendiri.

    Kerja kolaboratif diyakini sebagai salah satu cara kerja yang diterapkan Direktorat Jenderal KSDAE
    dengan peningkatan kerjasama lintas kementerian.

    Berita Lainnya Peringati 20 Tahun Reformasi, Anwar Ibrahim: Pak Habibie Telepon JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM â€" Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berkunjung ke kediaman Presiden RI ke-3 Baharuddin Jusuf Habibie di Jaka... Presiden Palestina Mahmoud Abbas Sakit RAMALAH, TAJUKTIMUR.COM -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas dikabarkan kembali dirawat di rumah sakit Te pi Barat akibat komplikasi, hal itu dikonfi... Ada Insiden yang Menimpa Warga Ahmadiyah, Ini Komentar Gubernur NTB MATARAM, TAJUKTIMUR.COM -- Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) angkat suara terkait peristiwa kasus kekerasan yang menimpa ... Ini Alternatif Karbohidrat Sebagai Menu Pengganti Nasi Saat Puasa JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Bagi sebagian masyarakat Indonesia, nasi menjadi menu utama yang selalu dikonsumi karena dianggap sebagai sumber karbohidra... Jutaan Orang Terharu Setelah Melihat Iklan Perusahaan Telekomunikasi Asal Kuwait Ini JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Sebuah perusahaan telekomunikasi asal Kuwait, Zain, membuat iklan Ramadan yang sangat meng harukan. Bagaimana tidak, iklan i...

    Berita Pilihan

    Dinkes Papua Segera Gelar Sayembara Putus Nikotin atau Rokok TNI AD Waspadai Migrasi WNA ke Papua Barat Listrik Akan Terangi 101 Desa di Papua dan Papua Barat Warga Rimba Jaya Budidaya Madu Liar DISDIK Biak Perketat Pengawasan Dana BOS Khusus Papua dan Papua Barat, Seleksi Calon Taruna Penerbangan Kembali dibuka Papua Barat Siapkan Juklak Skema Baru Dana Otsus Pemkab Maluku Tenggara Barat Tingkatkan Pengawasan Kebutuhan Poko k BKSDA Ternate Amankan Satwa Dilindungi Mahasiswa UGM Lakukan Program KKN-PPM di Papua-Papua BaratSumber: Google News | Berita 24 Pabar