www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Indonesia Getol Tangkis Isu Terkait Papua dengan Data dan Fakta

Posted by On 05.22

Indonesia Getol Tangkis Isu Terkait Papua dengan Data dan Fakta

Presiden Joko Widodo menaiki motor trail meninjau pengerjaan jalan Trans Papua, Rabu (10/5/2017). (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM â€" Di luar negeri, Indonesia kerap kali mendapat serangan terkait Papua. Mulai dari isu separatisme hingga hak asasi manusia (HAM).

Saat sesi debat umum di Sidang Umum ke-72 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), misalnya. Peristiwa yang tercatat terjadi pada Selasa (10/10/2017) itu, Delegasi Indonesia mesti membacakan hak jawabnya.

“Tuan Presiden, delegasi Indonesia akan menggunakan hak jawab atas pernyataan dari Vanuatu dan Kepulauan Solomon, serta digemakan oleh Tuvalu dan Granadies tentang Papua dan Papua Barat,” kata Diplomat Indonesia, Ainan Nuran, s eperti dikutip dari detik.com pada Kamis (29/11/2017).

Indonesia melalui Ainan saat itu menyatakan dengan tegas terkait isu separatisme.

“Satu kali sudah terlalu banyak untuk hoaks dan dugaan keliru yang diedarkan oleh individu-individu yang termotivasi untuk melakukan aksi separatis di Papua dan Papua Barat,” tegas Indonesia melalui Ainan.

Jumlah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Papua sejak ia menjabat sebanyak 15 kunjungan. (Sumber: presidenri.go.id).
Papua Kini Bukan “Anak Tiri” Lagi

Bukan itu saja, Indonesia melalui Ainan juga menyebut bahwa negara-negara yang pro-separatis tak mengerti atau bahkan menolak untuk mengerti tentang pembangunan di Papua dan Papua Barat.

“Dalam 3 tahun terakhir, 4.325 kilometer jalan dibuka, 30 pelabuhan baru dibangun, 7 bandara baru dibangun, 2,8 juta o rang Papua mendapatkan kesehatan dasar secara gratis, 360.000 iswa Papua mendapat pendidikan gratis,” beber Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Papua mencapai 9,1 persen. Tentu saja ini menjadikan Papua sebagai daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia.

Hasil paling terasa, kini harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh kawasan Papua, sama dengan di wilayah lainnya. Tercatat juga, Presiden Jokowi sudah melakukan sebanyak 15 kali kunjungan ke Papua.

Isu HAM

Indonesia juga heran mengapa sejumlah negara mengembuskan isu HAM tentang Papua dan Papua Barat. Indonesia menekankan bahwa isu tentang HAM itu lalu digemakan lagi oleh individu yang pro-separatis.

“Saya ulangi, oleh individu,” tegas Indonesia.

Bukan hanya itu, Indonesia juga mempertanyakan kembali persoalan HAM di negara tersebut.

“Apakah penegakan HAM di negara-negara tersebut sudah sempurna?” tanya Indo nesia.

Apa yang disampaikan Indonesia itu merupakan tanggapan atas pernyataan negara Kepulauan Solomon dan Vanuatu. Kedua negara itu memang kerap menuntut Dewan HAM PBB untuk secara resmi menginvestigasi pelanggaran HAM di Papua.

Ketegasan yang Bukan Pertama Kali

Serangan melalui isu kemerdekaan Papua bukan kali ini saja. Saat sidang PBB 2016, juga sempat disinggung.

Melalui diplomatnya, Nara Rakhmatia, Indonesia menepis tuduhan saat itu. Isu yang dibahas juga serupa yaitu tentang mempertahankan kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Menlu Retno Marsudi saat itu, Nara membacakan pernyataannya atas nama Indonesia. Serupa dengan Ainan. Sehingga pernyataannya itu bukan atas nama pribadi.

Reaksi Masyarakat

Ketegasan Indonesia itu tentu saja membuat masyarakat bereaksi. Di berbagai forum dan media massa, reaksi warganet berujung pada apresiasi atas ketegasan ini.

“Yang muda yang berprestasi! Sal ut dan banggalah punya diplomat muda kaya dia,” kata topherzz.

“Keren, nih, si Mbak. Lancar jaya ngomongnya di depan para bapak dan ibu dari negara lain. Ane udah nonton, sampai diplomat lain dari PNG macam tersedak dia buat,” ujar pemilik akun paddransuyeul.

“Itu sudah jawaban yang diplomatis. Untuk menjawab apa tindakan Indonesia terhadap isu pelanggaran HAM di Papua dan komitmen pemerintah untuk ikut membangun bersama di Papua. Ini sudah terbukti kongkrit. Marilah kita bersatu, kita di bawah satu bendera Indonesia, lebih baik menuju kesejahteraan bersama,” tutup pemilik akun martin.garrix. (ZH/yi)

Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »