www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Kaltim Peringkat Ketiga Setelah Jawa Barat dan Papua

Posted by On 19.59

Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Kaltim Peringkat Ketiga Setelah Jawa Barat dan Papua

Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Kaltim Peringkat Ketiga Setelah Jawa Barat dan Papua

Banyak anak dari daerah lain yang masuk ke Samarinda, membuat anak Samarinda terpengaruh dengan kebiasaan negatif anak pendatang.

Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Kaltim Peringkat Ketiga Setelah Jawa Barat dan PapuaTRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWANAktivis dari berbagai elemen menggelar aksi Panggung Rabu #SisterInDanger di depan Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/5/2016). Dalam aksinya mereka menyerukan pemerintah agar segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual tanpa hukuman kebiri dan hukuman mati. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Laporan Wa rtawan Tribun Kaltim, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Kasus kenakalan remaja di Kota Samarinda masih kerap terjadi.

Bahkan tak jarang kasus yang berkaitan dengan kenakalan remaja maupun kekerasan terhadap anak masuk hingga ke ranah hukum.

Ketua Harian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Samarinda, Adji Suwignyo menjelaskan penyebab masih tingginya kasus terkait dengan kenakalan remaja maupun kasus kekerasan terhadap anak.

Di antaranya, dia menilai saat ini pemerintah daerah dengan lembaga yang konsen terhadap perlindungan anak, belum sinergi sepenuhnya.

Baca: Teriakan Dadah Papa Iringi Proses Pemindahan Setya Novanto ke RSCM

Lalu banyak anak dari daerah lain yang masuk ke Samarinda, membuat anak Samarinda terpengaruh dengan kebiasaan negatif anak pendatang.

"Banyak faktor penyebabnya, namun antara pemerintah dan lembaga terkait masih jalan sendiri-sendiri, ini belum d itambah dengan pengaruh dari luar juga," ucapnya, Sabtu (18/11/2017).

Selain itu pengaruh media sosial (medsos) juga sangat berpengaruh besar terhadap prilaku anak. Tak sedikit kasus asusila terhadap anak diawali menonton konten porno yang ada di medsos.

"Masih banyak konten porno di internet, di medsos juga. Harus benar di-filter ini, orangtua juga harus memperhatikan ponsel anak anaknya, jangan hanya memberi, tapi tidak dikontrol. Pengawasan orangtua memang sangat lemah," tuturnya.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Dewi Agustina Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Video 5 Menitnya Perkosa TKW Indonesia Viral, Pria Taiwan Dikecam karena Dapat Remisi Hukuman Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »