www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Komisi I DPR Minta TNI-Polri Tuntaskan Masalah Separatisme di Papua

Posted by On 18.57

Komisi I DPR Minta TNI-Polri Tuntaskan Masalah Separatisme di Papua

Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin dalam diskusi publik Setara Institute bertajuk Pergantian Panglima dan Akselerasi Reformasi TNI, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin dalam diskusi publik Setara Institute bertajuk Pergantian Panglima dan Akselerasi Reformasi TNI, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta aparat TNI-Polri menuntaskan persoalan separatisme di Papua menyusul peristiwa penahanan ribuan warga desa belum lama ini.

"Tidak usah diskusi terlalu banyak. Sudah, yang paling penting tindak. Selesai. Ngapain kita terus diskusi, musuh pada lari," kata Hasanuddin saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).

(Baca juga : Kurang Apa Indonesia dengan Papua...)

Ia pun menilai wajar jika TNI ikut diterjunkan untuk membantu Polri dalam menangani kelompok bersenjata di Papua.

Hal itu sejalan dengan pasal Pasal 7 ayat (2) UU TNI yang menyebutkan bahwa mengatasi gerakan separatisme bersenjata merupakan bagian dari operasi militer selain perang.

"Operasi militer selain perang dalam ayat 2 adalah memberangus teroris plus separatis," kata Hasanuddin.

(Baca juga : Mahasiswa Papua Desak Freeport Indonesia Ditutup)

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkap tiga tuntutan yang diajukan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata yang menyandera 1.300 warga di Kampung Kimbely dan Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupat en Mimika, Papua.

Gatot mengatakan, tuntutan kelompok tersebut tidak masuk akal dan sulit dipenuhi oleh pemerintah.

"Apa yang dituntut oleh kelompok kriminal separatis bersenjata tersebut, mereka meminta yang tidak masuk akal," ujar Gatot di sela sambutannya pada acara Malam Akrab Musyawarah Nasional Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017) malam.

Kelompok penyandera, kata Gatot, mengajukan tiga tuntutan. Pertama, mereka meminta PT Freeport harus segera ditutup.

Kedua, militer Indonesia harus ditarik keluar dari Papua dan diganti dengan pasukan Keamanan PBB.

Ketiga, Pemerintah Indonesia harus menyetujui pelaksanaan pemilihan bebas atau referendum. Artinya rakyat Papua bisa menentukan nasib sendiri. Kemudian kantor Pemda Papua dan Papua Barat ditutup dan diganti dengan pemerintah perwalian PBB.

"Inilah kemudian yang mendorong TNI untuk melakukan langkah-lan gkah pembebasan sandera," kata Gatot.

Kompas TV Bentrokan sempat pecah dan menyebabkan kerusakan di beberapa bagian kamp.

Berita Terkait

Ini 3 Tuntutan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di Papua

Panglima TNI Sebut Tuntutan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di Papua Tak Masuk Akal

Panglima TNI: Operasi Pembebasan Warga Papua Sesuai Hukum dan HAM

KKB di Papua Bermuatan Politik, Siapa di Belakangnya?

Komisi II DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Konflik Papua Secara Menyeluruh

Terkini Lainnya

Ular Masuk Rumah saat Banjir, Warga di OKI Ketakutan

Ular Masuk Rumah saat Banjir, Warga di OKI Ketakutan

Regional 24/11/2017, 09:52 WIB Keluarga Kru Kapal Selam Argentina Marah Pasca-Pemberitaan Terjadi Ledakan

Keluarga Kru Kapal Selam Argentina Marah Pasca-Pemberitaan Terjadi Ledakan

Internasional 24/11/2017, 09:51 WIB TB Hasanuddin Sebut Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Bagian dari OPM

TB Hasanuddin Sebut Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Bagian dari OPM

Nasional 24/11/2017, 09:42 WIB Komisi I DPR Minta TNI-Polri Tuntaskan Masalah Separatisme di Papua

Komisi I DPR Minta TNI-Polri Tuntaskan Masalah Separatisme di Papua

Nasional 24/11/2017, 09:33 WIB Truk Molen Tabrak Halte Transjakarta Pancoran Barat

Truk Molen Tabrak Halte Transjakarta Pancoran Barat

Megapolitan 24/11/2017, 09:20 WIB Lima WNI Korban Kecelakaan Kapal di Perairan Palau Berhasil Diselamatkan

Lima WNI Korban Kecelakaan Kapal di Perairan Palau Berhasil Diselamatkan

Nasional 24/11/2017, 09:15 WIB Bus AKAP Terbakar di Jalan S Parman

Bus AKAP Terbakar di Jalan S Parman

Megapolitan 24/11/2017, 09:10 WIB Pernah Dibantu Jokowi Lunasi Tunggakan Rusun, Begini Nasib Nek Mimi Sekarang...

Pernah Dibantu Jokowi Lunasi Tunggakan Rusun, Begini Nasib Nek Mimi Sekarang...

Megapolitan 24/11/2017, 09:02 WIB Paramedis di Australia Kabulkan Permintaan Terakhir Pasien untuk Melihat Pantai

Paramedis di Australia Kabulkan Permintaan Terakhir Pasien untuk Melihat Pantai

Internasional 24/11/2017, 08:45 WIB Anies Promosikan 'Revolusi Putih' Prabowo di Cilandak Barat

Anies Promosikan "Revolusi Putih" Prabowo di Cilandak Barat

Megapolitan 24/11/2017, 08:32 WIB Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Olahraga 24/11/2017, 08:30 WIB 15 Petugas Dishub 'Abal-abal' Diamankan di Kebon Jeruk

15 Petugas Dishub "Abal-abal" Diamankan di Kebon Jeruk

Megapolitan 24/11/2017, 08:25 WIB PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

Nasional 24/11/2017, 08:21 WIB Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Megapolitan 24/11/2017, 08:16 WIB Diduga Sopir Meng   antuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Diduga Sopir Mengantuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Regional 24/11/2017, 07:56 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »