www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

AS Buka Dokumen Soal Perjuangan Kemerdekaan Papua

Posted by On 06.34

AS Buka Dokumen Soal Perjuangan Kemerdekaan Papua

AS Buka Dokumen Soal Perjuangan Kemerdekaan Papua Reporter:

Non Koresponden

Editor:

Juli Hantoro

Senin, 11 Desember 2017 15:27 WIB
AS Buka Dokumen Soal Perjuangan Kemerdekaan Papua

Ratusan massa dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua saat menggelar aksi untuk merayakan Hari Kemerdekaan Papua Barat dan menuntut penutupan PT Freeport Indonesia, di Jakarta, 1 Desember 2017. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Amerik a Serikat kembali membuka dokumen tentang peristiwa yang terjadi di Indonesia pada masa 1960-an. Salah satu arsip yang telah dideklasifikasi adalah tentang perjuangan Papua meraih kemerdekaan.

Dokumen itu mencatat, Papua telah meminta Amerika Serikat mendanai dan memberikan senjata untuk perang melawan tentara Indonesia pada pertengahan 1960.

Dokumen-dokumen itu juga merekam keluhan orang Papua pada saat terjadi bentrok dengan pasukan keamanan Indonesia. Para nasionalis Papua telah menarik perhatian di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: 4 Tuntutan Koalisi Sipil untuk Papua tentang Penyanderaan Warga

Para periset saat ini sedang berupaya menyajikan dokumen-dokumen itu secara online. Seperti yang dilansir dari AP, berkas itu berisi ribuan halaman telegram diplomatik antara Departemen Luar Negeri dan Kedutaan Besar AS di Jakarta. Dokumen itu mencatat sejarah dari 1960 dan baru dideklasifikasikan pada awal tahun ini. 37 kotak telegram disimpan di Ar sip Nasional dan Administrasi di Maryland.

Dokumen itu mencatat ada sekitar 1.000 orang Papua yang hak pilihnya dicurangi untuk memperkuat kontrol Indonesia pada 1969. Sebelum aneksasi, Belanda menyatakan tidak keberatan jika Papua mempersiapkan pemerintahannya sendiri. Pada 1967, Pemerintah Amerika Serikat membantu perusahaan pertambangan, Freeport untuk mengeksploitasi deposit tembaga dan emas yang kaya di Papua.

April 1966, dokumen dari kabel telegram antara Departemen Luar Negeri mencatat "kefasihan dan intensitas" Markus Kaisiepo, seorang pemimpin Papua yang diasingkan. Kaisiepo berbicara dengan pejabat senior Amerika Serikat tentang penderitaan orang-orang Papua di bawah kekuasaan Indonesia.

Kaisiepo mengatakan bahwa orang Papua bertekad untuk memiliki kemerdekaan namun sama sekali tanpa sumber keuangan atau peralatan militer yang dibutuhkan untuk melawan Pemerintah Indonesia. Kaisiepo, bertanya apakah Pemerintah Amerika Serikat bisa memberikan bant uan.

รข€œApakah Amerika dapat memberikan uang dan senjata secara diam-diam untuk membantunya dan gerakannya," ujar Kaisiepo saat itu. Permintan Kaisiepo ditolak, sama halnya dengan permintaan pemimpin Papua lainnya, Nicolaas Jouwe. Ia ditolak saat meminta dana dan senjata ke Amerika Serikat dan Australia pada September 1965.

Baca juga: Bicara Pentingnya Trans Papua, Jokowi: Ini Kayak Telur dan Ayam

Dokumen-dokumen tersebut juga menunjukkan bagaimana pejabat pemerintahan Indonesia menjarah wilayah Papua setelah Indonesia mencaploknya pada tahun 1962. Hal itu membawa jatuhnya standar hidup, memicu kemarahan hingga menjadi pemberontakan secara langsung.

Namun, yang paling menjadi perhatian dunia adalah keengganan Pemerintah Indonesia untuk menghormati perjanjian yang diawasi Amerika Serikat dan diawasi oleh PBB dengan Belanda. Perjanjian itu mengamanatkan bahwa orang Papua akan memutuskan apakah akan bersama dengan Indonesia atau menjadi penguasa sendiri.

Victor Yeimo, ketua Komite Nasional Papua Barat yang pro kemerdekaan, mengatakan bahwa dokumen tersebut "sangat penting" karena mereka memberikan bukti kejahatan terhadap orang Papua oleh militer Indonesia dan peran Amerika Serikat dalam menolak penentuan nasib sendiri.

Victor mengatakan, kepentingan ekonomi dan politik Amerika Serikat memainkan peran besar dalam penjajahan Papua Barat. "Informasi yang diperoleh dari dokumen-dokumen ini menunjukkan kepada dunia dan generasi sekarang bahwa Amerika Serikat dan Indonesia selalu saling membantu dalam menyembunyikan kebenaran selama ini,"kata Victor seperti dikutip AP.

RIANI SANUSI PUTRI

Terkait
  • Pascapenembakan Mapolres, Warga Lanny Jaya Papua Jaga Kedamaian

    Pascapenembakan Mapolres, Warga Lanny Jaya Papua Jaga Kedamaian

    4 hari lalu
  • Dewan Adat Papua Suarakan Kemerdekaan di Peringatan 1 Desember

    Dewan Adat Papua Suarakan Kemerdekaan di Peringatan 1 Desember

    10 hari lalu
  • Lagi, Kelompok    Bersenjata Papua Tembak Kendaraan Freeport

    Lagi, Kelompok Bersenjata Papua Tembak Kendaraan Freeport

    10 hari lalu
  • HUT OPM, Polda Papua Siagakan Pengamanan di Wilayah

    HUT OPM, Polda Papua Siagakan Pengamanan di Wilayah

    10 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Megawati: Negara Kuat Jika Pancasila Diajarkan Sejak Kecil

    Megawati: Negara Kuat Jika Pancasila Diajarkan Sejak Kecil

    34 menit lalu
  • PKS Kirim Surat Penggantian Fahri Hamzah dari Wakil Ketua DPR

    PKS Kirim Surat Penggantian Fahri Hamzah dari Wakil Ketua DPR

    1 jam lalu
  • Megawati: Negara Kuat Jika Pancasila Diajarkan Sejak Kecil

    Megawati: Negara Kuat Jika Pancasila Diajarkan Sejak Kecil

    1 jam lalu
  • AS Buka Dokumen Soal Perjuangan Kemerdekaan Papua

    AS Buka Dokumen Soal Perjuangan Kemerdekaan Papua

    5 jam lalu
  • Foto
  • Ekspresi Aziz Syamsuddin Ditolak Fraksi Golkar Jadi Ketua DPR

    Ekspresi Aziz Syamsuddin Ditolak Fraksi Golkar Jadi Ketua DPR

    2 jam lalu
  • Hari Anti Korupsi Sedunia, Jokowi Luncurkan Aplikasi e-LHKPN

    Hari Anti Korupsi Sedunia, Jokowi Luncurkan Aplikasi e-LHKPN

    4 jam lalu
  • Menteri Kesehatan Temui Pasien Difteri di RSPI Sulianti Saroso

    Menteri Kesehatan Temui Pasien Difteri di RSPI Sulianti Saroso

    5 jam lalu
  • Deretan Nama Kepala Daerah    Korupsi yang Ditahan KPK pada 2017

    Deretan Nama Kepala Daerah Korupsi yang Ditahan KPK pada 2017

    7 jam lalu
  • Video
  • Hari Pertama Kampanye Vaksin Anti Difteri Dipadati Ibu-ibu

    Hari Pertama Kampanye Vaksin Anti Difteri Dipadati Ibu-ibu

    4 jam lalu
  • Menlu Retno: Indonesia Akan Selalu Bersama Palestina

    Menlu Retno: Indonesia Akan Selalu Bersama Palestina

    8 jam lalu
  • Diduga Karena Hujan Deras, Jalan Sumedang-Cirebon Amblas di Paseh

    Diduga Karena Hujan Deras, Jalan Sumedang-Cirebon Amblas di Paseh

    9 jam lalu
  • Usai Dilantik Hadi Tjahjanto Ziarah ke Makam Jenderal Sudirman

    Usai Dilantik Hadi Tjahjanto Ziarah ke Makam Jenderal Sudirman

    10 jam lalu
  • terpopuler
  • 1

    Jenderal Gatot Nurmantyo Non Job Hingga Maret 2018, Opsinya..

  • 2

    Hakim Kusno Diminta Abaikan Permintaan Setya Novanto

  • 3

    AS Buka Dokumen Soal Perjuangan Kemerdekaan Papua

  • 4

    Jokowi Sempat Bingung Dapat Gelar Pelapor Gratifikasi Terpatuh

  • 5

    AHY Sebut Dirinya Bukan Produk Rekayasa SBY

  • Fokus
  • Setya Novanto Diduga Perintahkan Aliran Dana E-KTP Disamarkan

    Setya Novanto Diduga Perintahkan Aliran Dana E-KTP Disamarkan

  • Berebut Lahan Parkir Strategis dan Basah di Jakarta

    Berebut Lahan Parkir Strategis dan Basah di Jakarta

  • DKI Jakarta Merazia Pajak Kendaraan Terkait Tunggakan Rp 1,7 T

    DKI Jakarta Merazia Pajak Kendaraan Terkait Tunggakan Rp 1,7 T

  • Adu Taktik antara KPK dan Setya Novanto di Kasus E-KTP

    Adu Taktik antara KPK dan Setya Novanto di Kasus E-KTP

  • Terkini
  • Bertemu Tito, Hadi Tjahjanto: Bisa Ngopi di Darat, Laut, Udara

    Bertemu Tito, Hadi Tjahjanto: Bisa Ngopi di Darat, Laut, Udara

    2 jam lalu
  • PKS Kirim Surat Penggantian Fahri Hamzah dari Wakil Ketua DPR

    PKS Kirim Surat Penggantian Fahri Hamzah dari Wakil Ketua DPR

    2 jam lalu
  • Aziz Syamsuddin Tak Ambil Pusing Penolakan di Internal Golkar

    Aziz Syamsuddin Tak Ambil Pusing Penolakan di Internal Golkar

    3 jam lalu
  • Wakasau Berpeluang Besar Jadi KSAU Menggantikan Hadi Tjahjanto

    Wakasau Berpeluang Besar Jadi KSAU Menggantikan Hadi Tjahjanto

    3 jam lalu
  • Jokowi: Siapa Bisa Pangkas Peraturan, Saya Beri Hadiah

    Jokowi: Siapa Bisa Pangkas Peraturan, Saya Beri Hadiah

    4 jam lalu
  • Bamus Batal Bahas Ketua DPR Baru Pengganti Setya Novanto

    Bamus Batal Bahas Ketua DPR Baru Pengganti Setya Novanto

    4 jam lalu
  • 2 Tahanan Asal Amerika Kabur dari Lapas Kerobokan, 1 Tertangkap

    2 Tahanan Asal Amerika Kabur dari Lapas Kerobokan, 1 Tertangkap

    4 jam lalu
  • Selengkapnya Gr afis

    Survei Pilpres 2019, Anies Baswedan Bersaing dengan Ahok

    Survei Indo Barometer soaPilpres 2019 menunjukkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Anies Baswedan bersaing ketat dalam hal elektabilitas.

    Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »