www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dahlia dan Cempaka Sudah Luruh, Kenapa Hujan Lebat Guyur Jakarta?

Posted by On 17.49

Dahlia dan Cempaka Sudah Luruh, Kenapa Hujan Lebat Guyur Jakarta?

Peta pantauan cuaca Jabodetabek Peta pantauan cuaca Jabodetabek

KOMPAS.com - Hari ini (Senin, 11/12/2017), hujan lebat mengguyur ibukota. Saking lebatnya, pantauan di beberapa wilayah menunjukkan bahwa hujan juga disertai angin kencang.

Tentu banyak orang bertanya-tanya, apa penyebab hujan deras beserta angin kencang tersebut. Terlebih sebelumnya diberitakan bahwa siklon Cempaka dan Dahlia telah luruh beberapa waktu yang lalu.

Menurut rilis yang diterima Kompas.com, Senin (11/12/2017), BMKG menyebut hal ini dikarenakan sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik Timur Filipina dan Samudra Hindia S elatan Sumatera. Level kedua sirkulasi siklonik (pusaran angin) tersebut juga terbilang besar.

Sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik Timur Filipina berada pada level 925/600mb, sedangkan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Selatan Sumatera berada pada level 925/850 mb.

Baca juga: Hati-hati, Cuaca Ekstrem Mengintai Indonesia meski Dahlia Sudah Hilang

Lalu, mengapa hujan lebat turunnya di Jakarta dan sekitarnya, jika sirkulasi siklonik yang terbentuk tidak berada di wilayah Indonesia?

Hal itu karena massa udara (kumpulan udara yang menjadi ciri dalam satu wilayah, red) basah lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini menyebabkan proses konveksi dalam skala lokal juga turut mendukung pertumbuhan awan hujan di Indonesia.

Konvergensi ini terbentuk memanjang hampir di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari Sumatra Barat, Lampung, hingga Kalimantan Tengah bagian selatan; dari Selat Makassar hingga Sulawesi Utara; dari Filipina bagian selatan hingga perairan Timur Laut Maluku Utara; dan terakhir, dari perairan selatan NTB hingga perairan utara Bali.

Tak hanya itu, yang perlu diketahui adalah daerah belokan angin terdapat di Sumatera Utara, Samudra Hindia barat Bengkulu, Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara, perairan utara Kalimantan, Laut Banda, laut Arafuru, dan Papua Barat.

Untuk itu, warga perlu berhati-hati dengan cuaca ekstrem dan berbagai dampak yang mungkin terjadi. Cuaca ekstrem yang mungkin terjadi adalah hujan lebat dan hujan disertai angin kencang serta kilat atau petir.

Pada Senin (11/12/2017), kita perlu mewaspadai hujan lebat di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Maluku Utara.

Untuk wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir pada Senin (11/12/2017) adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Hati-hati Cuaca Ekstrem, Siaga Selama 3 Hari ke Depan

Pada Selasa (12 Desember 2017), hujan lebat diperkirakan akan mengguyur hampir seluruh wilayah di pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi tengah, dan Papua.

Sementara itu, potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan kilat pada Selasa (12/12/2017) mungkin di alami wilayah Sumatera Barat, Nusa tenggara Timur, Maluku, dan Papua Barat.

Pada Rabu (13/12/2017), hujan lebat masih diperkirakan mengguyur sebagian pulau Sumatera seperti Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, hampir seluruh pulau Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, dan Papua.

Selain itu, hujan lebat beserta angin kencang dan kilat masih mengintai berbagai daerah seperti Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Berita Terkait

Redakan Nyeri Sendi dengan Tetap Aktif di Cuaca Dingin

Sirkulasi Siklonik Picu Cuaca Buruk di Indonesia

Alasan Mata Suka Berair Ketika Cuaca Dingin

Terungkap, Alasan Cuaca Beberapa Hari Ini Panas Terik

Erupsi Gunung Agung, Seberapa Besar Dampaknya pada Cuaca?

Terkini Lainnya

Dunia Krisis Pasir, Apa Dampaknya bagi Manusia dan Lingkungan?

Dunia Krisis Pasir, Apa Dampaknya bagi Manusia dan Lingkungan?

Kita 11/12/2017, 21:03 WIB Utak-atik DNA, Ilmuwan Ciptakan Kehidupan Semi-sintetis

Utak-atik DNA, Ilmuwan Ciptakan Kehidupan Semi-sintetis

Fenomena 11/12/2017, 20:05 WIB Jangan Tolak Imunisasi Difteri, Penyakitnya Lebih Ngeri dari Vaksinnya

Jangan Tolak Imunisasi Difteri, Penyakitnya Lebih Ngeri dari Vaksinnya

Kita 11/12/2017, 19:45 WIB Ketahui, Ini A   turan untuk Imunisasi Difteri, Jangan Salah Lagi

Ketahui, Ini Aturan untuk Imunisasi Difteri, Jangan Salah Lagi

Kita 11/12/2017, 19:30 WIB Kasus Penolakan Vaksinasi Difteri, Ini Kata Menkes

Kasus Penolakan Vaksinasi Difteri, Ini Kata Menkes

Fenomena 11/12/2017, 19:05 WIB Kupas Habis Difteri, Bagaimana Penyakit Kuno Jadi 'Hantu' pada 2017?

Kupas Habis Difteri, Bagaimana Penyakit Kuno Jadi "Hantu" pada 2017?

Oh Begitu 11/12/2017, 18:00 WIB Menkes Minta Bio Farma Percepat Produksi Vaksin DPT

Menkes Minta Bio Farma Percepat Produksi Vaksin DPT

Kita 11/12/2017, 17:45 WIB Dahlia dan Cempaka Sudah Luruh, Kenapa Hujan Lebat Guyur Jakarta?

Dahlia dan Cempaka Sudah Luruh, Kenapa Hujan Lebat Guyur Jakarta?

Fenomena 11/12/2017, 17:33 WIB Gunung Ini Naik Pangkat Jadi Gunung Tertinggi di Inggris, Kok Bisa?

Gunung Ini Naik Pangkat Jadi Gunung Tertinggi di Inggris, Kok Bisa?

Oh Begitu 11/12/2017, 17:09 WIB Organ Mata Tertua Ditemukan pada Fosil Berusia 530 Juta Tahun

Organ Mata Tertua Ditemukan pada Fosi l Berusia 530 Juta Tahun

Fenomena 11/12/2017, 16:50 WIB Wanita Harus Tahu, Jaga Berat Badan Bisa Cegah Kanker Payudara

Wanita Harus Tahu, Jaga Berat Badan Bisa Cegah Kanker Payudara

Kita 11/12/2017, 12:44 WIB Pari Mobula Terancam Punah karena Penangkapan Berlebihan

Pari Mobula Terancam Punah karena Penangkapan Berlebihan

Fenomena 11/12/2017, 12:29 WIB Teka-teki Dengung Misterius Bumi Terpecahkan, Apa Sebabnya?

Teka-teki Dengung Misterius Bumi Terpecahkan, Apa Sebabnya?

Oh Begitu 11/12/2017, 12:02 WIB Kontroversi Vaksin DBD Dengvaxia, Apa Kata Peneliti Indonesia?

Kontroversi Vaksin DBD Dengvaxia, Apa Kata Peneliti Indonesia?

Kita 11/12/2017, 09:56 WIB Viral Video Beruang Kutub Cari Makan di Tempat Sampah, Fenomena Apa?

Viral Video Beruang Kutub Cari Makan di Tempat Sampah, Fenomena Apa?

Fenomena 11/12/2017, 09:22 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »