www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Doa bersama aspirasi kemerdekaan Papua dibayangi penembakan di tempat terpisah

Posted by On 14.44

Doa bersama aspirasi kemerdekaan Papua dibayangi penembakan di tempat terpisah

]]> Doa bersama aspirasi kemerdekaan Papua dibayangi penembakan di tempat terpisah

doa bersamaHak atas foto BBC Indonesia/ Yuliana Lantipo
Image caption Di Kota Jayapura, doa bersama digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang juga dihadiri mantan tapol Papua merdeka, Felip Karma.

Aksi doa bersama untuk memperingati aspirasi kemerdekaan Papua dan insiden penembakan yang melukai seorang polisi dan dua warga sipil terjadi hampir bersamaan di tempat berbeda di Provinsi Papua, Jumat (01/12).

Di Kota Jayapura, doa bersama digelar oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang melibatkan pimpinan, anggota, dan simpatisannya. Hadir pula di acara ini eks tapol Papua merdeka, Felip Karma.

_________________________________________________________________

1 Desember dan OPM

OPM atau Organisasi Papua Merdeka didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan Indonesia di tanah Papua, yang dulu dikenal sebagai Iran Jaya.

Organisasi yang resmi dilar ang oleh pemerintah Indonesia ini memperjuangan kemerdekaan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hak atas foto AFP
Image caption Pengibaran Bendera Bintang Kejora biasanya mewarnai peringatan 1 Desember di Papua.

Adapun 1 Desember yang ditetapkan OPM sebagi hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat itu bersumber dari pengibaran bendera di Belanda pada tahun 1961.

Tanggal itu kemudian selalu dirayakan dengan pengibaran bendera mereka, yang dikenal sebagai Bendera Bintang Kejora.

Namun untuk tahun ini, dilaporkan tidak ada acara pengibaran bendera itu di Papua maupun wilayah Indonesia lainnya.

_____________________________________________________________________

Sement ara, menurut Polda Papua, insiden penembakan yang disebut dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata terjadi di di wilayah areal pertambangan Freeport di Timika, Papua.

Tiga orang terluka dan salah seorang di antaranya adalah aparat polisi.

Hak atas foto Humas Polda Papua
Image caption Aksi penembakan, menurut Polda Papua, mengakibatkan dua warga sipil terluka pada bagian wajah dan pelipis sebelah kanan, yaitu pengemudi, Ahmad Susanto dan Puryanto.

"Kami telah melakukan langkah-langkah kepolisian dengan melakukan pengejaran terhadap para pelaku," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes polisi AM Kamal, dalam keterangan tertulis yang diterima BBC Indonesia, Jumat (01/12).

  • P embangunan di Papua digalakkan Jokowi, tapi mengapa aspirasi merdeka tetap hidup?
  • Meskipun kadang bergolak, Papua dan Papua Barat 'memiliki kebebasan sipil tertinggi'
  • Klaim bahwa petisi referendum Papua 'sudah diserahkan kepada PBB di New York' dibantah

Dalam waktu yang hampir bersamaan, di ibu kota Provinsi Papua, Jayapura, digelar acara yang disebut doa bersama dan sambutan oleh panitia dan beberapa tamunya. Acara ini digelar oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang selama ini menyuarakan digelarnya referendum di Papua.

"Metode perjuangan dan perayaan itu bukan hanya demo, salah satunya adalah lewat ibadah ini," kata Ones Suhuniap, Sekretaris Umum KNPB Papua, seperti dilaporkan wartawan di Papua, Yuliana Lantipo, untuk BBC Indonesia.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yuliana Lantipo
Image caption Ones Suhuniap, Sekretaris Umum KNPB Papua, kembali menuntut agar digelar referendum sebagai solusi damai untuk mengakhiri yang disebutnya persoalan di Papua.

Selain doa bersama, acara ini diisi dengan pidato sambutan antara lain dari pimpinan KNPB dan Felip Karma. Dalam acara yang berlangsung di halaman kantor KNPB di Jayapura itu, mereka juga menggelar semacam pesta, lapor Yuliana.

"Tidak ada pengibaran bendera. Bendera itu bukan kain mainan, bendera itu harus dinaikkan secara resmi dan dihormati," tegas Ones. Dia juga kembali menuntut agar digelar referendum sebagai solusi damai mengakhiri yang disebutnya sebagai persoalan di Papua.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yuliana Lan tipo
Image caption Kue yang disajikan dalam acara doa bersama di Jayapura bermotif bendera Bintang Kejora, milik OPM, Organisasi Papua Merdeka.

Sementara mantan tapol Filep Karma saat menyampaikan pidatonya menyuarakan lagi sikapnya bahwa aspirasi kemerdekaan Papua harus menggunakan jalan damai.

"Perjuangan untuk Papua merdeka tidak harus dengan senjata, tapi juga tanpa senjata," katanya dalam wawancara dengan Yuliana, usai acara.

  • Filep Karma bebas: 'saya masih terkurung di negara Indonesia'
  • Presiden Jokowi untuk ketiga kalinya mengunjungi Papua

Sedangkan Henny Rumkorem, aktivis yang mendukung aspirasi Papua merdeka, mengatakan dirinya akan terus memperjuangkan aspirasi kemerdekaan Papua secara damai.

Puluhan aparat kepolisian melakukan penjagaan di luar kantor KNPB selama acara yang berlangsung damai itu sebelum berakhir tanpa insiden sama sekali.

Penembakan di Timika, tiga orang terluka

Humas Polda Papua mengungkapkan terjadi penembakan sekitar pukul 10.10 WIT, Jumat (01/12), di jalan Tambang mile 60, dengan sasaran konvoi kendaraan yang sedang melintas dari Tembagapura menuju ke Timika.

"Diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB)," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi AM Kamal.

Hak atas foto Humas Polda Papua
Image caption Anggota Brimob yang terluka pada pelipis kanan adalah Bripda Rony Dwi Kristiawan.

Aksi penembakan, menurut Polda Papua, mengakibatkan dua orang warga sipil terluka pada bagian wajah dan pelipis sebelah kanan, yaitu pengemudi, Ahmad Susanto dan Puryanto.

Adapun anggota Brimob yang terluka pada pelipis kanan adalah Bripda Rony Dwi Kristiawan. Ketiganya kini dirawat di RS Tembagapura, kata polisi.

Sekitar pukul 11.40 WIT, sempat pula terjadi insiden penembakan di mile 61 terhadap kendaraan patroli namun tidak ada korban luka maupun jiwa, demikian keterangan Polda Papua.

Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »