www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kemhub Akan Lebih Sering Periksa Penerbangan Papua

Posted by On 19.08

Kemhub Akan Lebih Sering Periksa Penerbangan Papua

Kemhub Akan Lebih Sering Periksa Penerbangan Papua

Ilustrasi penerbangan sipil. (BeritaSatu Photo/Danung Arifin)

Oleh: Thresa Sandra Desfika / YUD | Minggu, 14 Januari 2018 | 18:07 WIB

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) berkomitmen akan lebih sering melakukan ramp check sarana serta prasarana transportasi udara di Papua dan Papua Barat. Hal tersebut demi meningkatkan kualitas keselamatan penerbangan di wilayah yang dimaksud.

"Banyaknya ramp check yang dilakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi untuk memperbaiki secara bersama pemenuhan terhadap safety regulation, serta mencari timbal balik dari operasional di lapangan untuk memperbaiki penerbangan nasional," kata Direktur Jend eral Perhubungan Udara Kemhub Agus Santoso melalui keterangan yang diterima Minggu (14/1).

Agus menambahkan, dahulu wilayah Papua dan Papua Barat merupakan rantai terlemah dari penerbangan Indonesia. Hal ini dikarenakan letaknya yang jauh dari kantor pusat di Jakarta sehingga pengawasannya tidak berjalan dengan maksimal dibarengi dengan pelanggaran dari operator yang ingin jalan pintas dalam pemuatan barang maupun operasi pesawatnya.

"Namun sekarang hal tersebut tidak akan ada lagi. Kita sekarang sedang melakukan pembangunan besar-besaran di wilayah Papua, termasuk dalam hal penerbangan. Kita sedang tingkatkan teknologi, sumber daya manusia, teknis operasional dan lainnya sehingga wilayah Papua menjadi sama dan sejajar dengan wilayah lain di Indonesia," terangnya.

Sementara itu, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Muzzafar Ismail menyatakan, upaya peningkatan kualitas keselamatan penerbangan di Papua juga menjadi salah satu program u ntuk menghadapi audit Uni Eropa pada 12-21 Maret 2018 nanti. Uni Eropa rencananya akan melakukan audit penerbangan di Papua serta beberapa maskapai yaitu Sriwijaya Air, Lion Air, Batik Air, Wings Air, Indonesia AirAsia X, dan Spirit Aviation Sentosa (SAS).

"Namun tidak menutup kemungkinan maskapai lain juga akan diperiksa. Jadi kita harus mempersiapkan diri sehingga kita benar-benar siap dan hasil assesment-nya positif dan mampu membuka larangan terbang (ban) Uni Eropa terhadap Indonesia," ujar Muzzafar.

Saat ini Indonesia sudah mempunyai bekal yang lebih dari cukup untuk menghadapi audit Uni Eropa. Yaitu kenaikan peringkat Indonesia dalam kategorisasi otoritas penerbangan Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) dari kategori 2 menjadi kategori 1. Juga nilai implementasi keselamatan International Civil Aviaton Organization (ICAO) yang mencapai 81,15%, melebihi rata-rata dunia.


Sumber: BeritaSatu.com ARTIKEL TERKAIT
  • 1 Mahar Politik 2 Fredrich Ditangkap 3 Penenggelaman Kapal 4 Ganjar vs Sudirman 5 Sepeda Motor Kembali ke Thamrin
    • Drama 7 Gol, Liverpool Buat City Telan Kekalahan Pertama
    • Barca Akhiri Kutukan di Anoeta, Messi Lewati Rekor Muller
    • Kebakaran Kantor PLN Tanjung Priok Berhasil Dipadamkan
    • Lawan Stoke, Peluang “Setan Merah” Dekati Man City
    • Buron 9 Tahun, Mantan Anggota DPRD Tebo Ditangkap di Pesta Pernikahan Anaknya
    • Indonesia Hanya Raih Satu Gelar di Thailand Masters
    • Bek Nantes Dikartu Merah Setelah Ditendang Wasit
    • Emas Batangan Antam Dibanderol Rp 635.000 Per Gram
    • ESDM Sebut Pencahayaan Stadion GBK Hemat 50% Pascarenovasi
    • Transaksi Rupiah Menguat di Awal Sesi
Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »