www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Petualangan Profesor Korea Mencari Durian Terenak di Indonesia

Posted by On 04.02

Petualangan Profesor Korea Mencari Durian Terenak di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika durian Indonesia digemari oleh masyarakatnya tentu hal yang biasa. Namun, seorang profesor Korea, berhasil "meracuni" keluarganya hingga kecanduan durian Indonesia.

Eje Kim, kisahnya meraih gelar profesor telah membawanya menemukan hal baru dalam hidup. Karunia Tuhan di alam yang sampai saat ini amat ia cintai, khususnya yang ada di Indonesia, ialah durian.

Sepenggal kisah perjalanannya pun ia bagikan saat launching buku "Happy Yummy Journey", sebuah buku petualangan menyibak durian ternikmat, dan kearifan lokal berbagai negara di ASEAN.

(Baca juga : Eje Kim, Profesor asal Korea yang Jatuh Cinta dengan Durian Indonesia)

Awal pertemuannya dengan durian, ialah saat kesibukan menyelesaikan disertasi membuatnya mencoba buah tersebut di Singapura.

"Tahun 2003 saat say a tinggal di Singapura menyelesaikan disertasi untuk pertama kalinya saya mencicipi durian. Pada saat itu saya merasa ajaib, karena tempat membeli dan makan durian bersama-sama orang lain selalu penuh tawa dan kebahagiaan," katanya saat peluncuran buku "Happy Yummy Journey" di Gramedia Central Park, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Sejak itu ia memiliki definisi tersendiri untuk durian, yaitu simbol cinta dan kebahagiaan. Di mana ada durian, pasti ada yang senang, tertawa, dan bahagia.

(Baca juga : Ini Perbedaan Durian di Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya...)

Setelah ditelusuri, ternyata durian-durian nikmat yang ia coba di Singapura bukan asli dari negeri tersebut. Ia menemukan beragam durian tersebut berasal dari Medan, Aceh, dan Pekanbaru.

"Akhirnya saya memutuskan mengambil sample disertasi di Indonesia. Sebelumnya di Vietam, tapi kok ternyata masyarakatnya kurang bahagia, workaholic seperti di Korea. Jadi mendin g di Indonesia, juga ada durian," pekiknya sembari tertawa.

(Baca juga : 7 Festival Durian Terheboh Sepanjang 2017)

Lalu ia pun menemukan Indonesia dengan melihat kemajemukan masyarakatnya yang luar biasa, indeks kebahagiaan yang cukup tinggi. Selain itu, menurutnya akan ada banyak hal yang bisa ia eksplor untuk penelitiannya, termasuk durian.

Aceh, Medan, dan Pekanbaru ialah kota-kota di Indonesia, yang ia sambangi di awal petualangannya. Menurutnya ketiga kota tersebut memiliki potensi durian yang luar biasa.

Tak puas dengan itu, ia pun terus bepergian dari satu kota ke kota lain, kota besar-kota kecil ia sambangi.

Ia mengingat saat itu tahun 1997 pertama kali ia mengunjungi Indonesia, saat masa Presiden Soeharto. Lalu di 2003 ia mulai sering dan kian mengeksplor Indonesia, karena disertasinya, dan karena semakin mengenal durian tentunya.

"Dihitung sejak pertama ke Indonesia, lebih dari 20 tahun lalu. Kemana-mana pakai ojek, dari kota ke kota. Mungkin lebih dari 100 kota kecil-besar sudah saya kunjungi," tuturnya saat ditanya jumlah kota di Indonesia yang pernah ia kunjungi.

Sontak ia pun menyebutkan beberapa kota besar yang sempat ia singgahi. Mulai Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bukittinggi, Bali, Jakarta, Makassar, hingga Papua Barat.

Kini, ia juga sudah punya agenda rutin bersama keluarganya, untuk berkunjung setiap satu hingga dua bulan sekali, untuk mengunjungi Indonesia. Satu per satu anggota keluarganya menggemari durian Indonesia.

" Durian bisa mengobati stres, saya kalau pusing-penat tinggal ke Indonesia, sama anak. Makanlah durian! Bersyukurlah kalian," kata Eje Kim.

Ia memberikan bocoran, banyak orang di dunia yang sedang meneliti khasiat durian. Eje mengatakan salah satunya di Manchester University yang sedang meneliti jenis durian asal Sumatera.

"Durian memang lebih baik dari alkohol karena memiliki zat yang memberikan efek senang, se perti alkohol, tapi paling alami," tuturnya berdasarkan hasil riset di Korea.

Kecintaannya terhadap durian Indonesia pun tak hanya menuntaskan gelar akademiknya, namun juga buku-buku yang sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.

Salah satunya buku "Happy Yummy Journey" yang pada saat itu ia luncurkan. Buku ini bercerita tentang petualangannya ke berbagai negara ASEAN, mencicipi durian, juga menyatu dengan budaya lokal.

"Hampir setiap bulan saya sempatkan ke Indonesia, Satu dua bulan sekali bersama anak atau keluarga. Namun kini saya profesor di Korea, jadi hanya bisa sebentar-sebentar saja keluar," ucapnya pada hadirin yang datang di peluncuran bukunya kala itu.

Buku "Happy Yummy Journey" saat ini sudah tersedia di seluruh toko buku dan toko buku online di Indonesia. Buku yang seluruh halamannya dicetak berwarna ini bisa didapatkan dengan harga Rp 115.000.


Berita Terkait

Saatnya M encicipi Nikmatnya Durian Aceh...

Lamongan Kepincut Kembangkan Destinasi Wisata Agro Durian

Mau Mencicip 20 Jenis Durian Berbeda Asli Indonesia?

Eje Kim, Profesor asal Korea yang Jatuh Cinta dengan Durian Indonesia

Ini Perbedaan Durian di Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya...

Terkini Lainnya

Yang Baru di Rangkasbitung Banten, Yuk Main ke Museum Multatuli

Yang Baru di Rangkasbitung Banten, Yuk Main ke Museum Multatuli

Travel Story 13/02/2018, 18:10 WIB Libur Imlek, Ini 3 Tempat Wisata Tanah Leluhur Tionghoa di Palembang

Libur Imlek, Ini 3 Tempat Wisata Tanah Leluhur Tionghoa di Palembang

Travel Tips 13/02/2018, 17:00 WIB Unik, Ada Peternakan Burung Unta di Jepang

Unik, Ada Peternakan Burung Unta di Jepang

Jepang Terkini 13/02/2018, 16:07 WIB Petualangan Profesor Korea Mencari Durian Terenak di Indonesia

Petualangan Profesor Korea Mencari Durian Terenak di Indonesia

Travel Story 13/02/2018, 15:11 WIB Indonesia Promosikan 'Beyond Bali' pada Pameran Pariwisata di Italia

Indonesia Promosikan "Beyond Bali" pada Pameran Pariwisata di Italia

News 13/02/2018, 14:18 WIB Tips Membuat Kopi Manual Brew di Rumah

Tips Membuat Kopi Manual Brew di Rumah

Travel Tips 13/02/2018, 13:38 WIB Agenda Pariwisata Riau 2018, Ada Ombak Bono sampai Bakar Tongkang

Agenda Pariwisata Riau 2018, Ada Ombak Bono sampai Bakar Tongkang

News 13/02/2018, 11:43 WIB Apakah Teh Celup Mahal Pasti Berkualitas Tinggi?

Apakah Teh Celup Mahal Pasti Berkualitas Tinggi?

Food Story 13/02/2018, 10:06 WIB Mendengar Bisik-bisik Anak Padang di Wings of Time Singapura...

Mendengar Bisik-bisik Anak Padang di Wings of Time Singapura...

Travel Story 13/02/2018, 09:02 WIB Ini Perbedaan Durian di Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya...

Ini Perbedaan Durian di Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya...

Food Story 13/02/2018, 08:00 WIB Eje Kim, Profesor asal Korea yang Jatuh Cinta dengan Durian Indonesia

Eje Kim, Profesor asal Korea yang Jatuh Cinta dengan Durian Indonesia

Travel Story 13/02/2018, 07:00 WIB Minuman Jahe Campur Rempah-rempah, Seperti Apa Jadinya?

Minuman Jahe Campur Rempah-rempah, Seperti Apa Jadinya?

Food Story 12/02/2018, 22:15 WIB GranDhika Run 2018, Balon dan Kostum Unik Hiasi Flyover Antasari

GranDhika Run 2018, Balon dan Kostum Unik Hiasi Flyover Antasari

News 12/02/2018, 21:35 WIB Sekarang Wisata ke Goa    Pindul Dibatasi, Per Hari 2.600 Orang

Sekarang Wisata ke Goa Pindul Dibatasi, Per Hari 2.600 Orang

News 12/02/2018, 21:00 WIB 7 Penginapan di Dunia yang Ramah Lingkungan

7 Penginapan di Dunia yang Ramah Lingkungan

Hotel Story 12/02/2018, 20:15 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »