www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bahasa Indonesia bisa jadi bahasa internasional

Posted by On 02.05

Bahasa Indonesia bisa jadi bahasa internasional

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Bahasa Indonesia bisa jadi bahasa internasional
  • Selasa, 27 Maret 2018 â€" 15:44
  • 47x views
Bahasa Indonesia bisa jadi bahasa internasional “Yang saya tau ada dua Negara yang sudah mewajibkan mahasiswanya adalah di Australia dan Mesir,” ujarnya. Suasana evaluasi yang dilakukan Badan Bahasa terhadap kinerja dari pihak balai Bahasa Papua dan Papua Barat â€" Jubi/Roy Ratumakin. Roy Ratumakin [email protected] Editor : Edho Sinaga LipSus Polisi: Kasus kekerasan pada bayi C tetap lanjut Features | Senin, 26 Maret 2018 | 18:00 WP 37 pejabat penegak hukum ikuti diklat gugatan perdata lingkungan Features | Jumat, 23 Maret 2018 | 07:01 WP Pedoman mengadili perkara perempuan disosialisasikan Features | Kamis, 22 Maret 2018 | 14:17 WP Sekolah, tempat mayoritas kekerasan terhadap anak Features | Selasa, 20 Maret 2018 | 03:37 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini t anpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Balai Bahasa Provinsi Papua dan Papua Barat menggelar diskusi dan validasi data penelitian/kajian serta evaluasi kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia.

Kegiatan yang digelar di kantor Balai Bahasa Papua dan Papua Barat, Jayapura, Selasa (27/3/2018) ini, dihadiri guru, pejabat dinas dan wartawan. Peserta yang hadir, pernah mengikuti penyuluhan oleh Balai Bahasa pada Agustus dan September 2017.

"Kami melakukan penelitian. Kami melakukan ini karena kegiatan yang kami lakukan harus dievaluasi," kata peneliti Badan Bahasa, Wisnu Sasangka dari Bad an Bahasa Nasional menjawab pertanyaan Jubi.

Kata Wisnu, tujuan utama dari evaluasi yang dilakukan adalah untuk mengetahui apakah tingkat keberhasilan dari kegiatan yang dilakukan oleh Balai Bahasa ditingkat provinsi meningkat atau biasa saja.

"Kami juga melakukan evaluasi terhadap penyuluh baik dari badan bahasa maupun balai bahasa. Apakah para penyuluh tersebut dapat memberikan materi sesuai dengan harapan peserta atau tidak. Ini yang akan kami ketahui yang dilakukan oleh pihak balai bahasa Papua, apakah sesuai dengan harapan atau tidak. Kalau tidak sesuai apanya yang menjadi kendala,” ujarnya.

Dikatakan, evaluasi yang diadakan oleh Badan Bahasa dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, dan Papua menjadi salah satu daerah percontohan dalam proses evaluasi tersebut.

“Selain Papua ada Bali, Makassar, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Kalimantan Tengah,” katanya.

Dari hasil evaluasi tersebut, menurut Wisnu, pihakn ya akan melakukan evaluasi seberapa besar keberhasilan yang telah dicapai dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Badan Bahasa maupun Balai Bahasa baik dari segi kegiatan maupun penyuluh atau penyampai materi.

Kepala Balai Bahasa Papua, Toha Machsum menambahkan pihaknya juga sudah merencanakan evaluasi secara internal di Balai Bahasa Papua yang meliputi program dan kegiatan yang selama ini dilakukan.

“Evaluasi ini baru sebatas menerima masukan dari masyarakat yang menerima program atau materi dari kami. Apakah program dan materi yang kami berikan sudah bermanfaat kepada masyarakat atau belum. Kalau sudah akan kami tingkatkan lagi, dan kalau belum, apa yang harus kami lakukan perubahan sehingga memenuhi kriteria yang diharapkan,” katanya.

Dikatakan, pemeriksaan atau evaluasi dari pihak Badan Bahasa tersebut meliputi evaluasi kegiatan penyuluhan, literasi dan pemantauan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.

Penggunaan b ahasa di ruang publik

Penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, menurut pihak Balai Bahasa Papua harus dimulai dari sekarang dan menjadi suatu kewajiban kepada masyarakat khususnya di Papua dengan mengutamakan bahasa Indonesia karena yang terjadi saat ini, bahasa asing yang seharusnya tidak perlu, masif digunakan.

Dirinya mencontohkan areal masuk Bandar Udara (Bandara) Sentani. Di pintu masuk seharusnya pada papan reklamenya ditulis “Selama Datang di Jayapura bukan Welcome to Jayapura”.

“Boleh-boleh saja menggunakan bahasa asing tetapi strukturnya harus Bahasa Indonesia terlebih dahulu, diikuti bahasa daerah wilayah tersebut dan selanjutnya bahasa asing. Sesuai dengan UU nomor 24 tahun 2009 sudah jelas bahwa penunjuk arah harus mengutamakan bahasa Indonesia terlebih dahulu dan diikuti oleh bahasa daerah dan selanjutnya bahasa asing,” kata Toha Machsum.

Untuk itu, pihaknya menekankan kepada pemangku kebijakan baik di provin si maupun kabupaten/kota untuk selalu mematuhi undang-undang yang berlaku.

“Saya ingin mengajak kita untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada masyarakat. Dan kepada pemangku kebijakan agar juga bersama-sama memelihara bahasa Indonesia ini sehingga kedepan bahasa Indonesia ini bisa dijadikan sebagai bahasa internasional,” harap Toha.

Disinggung tentang pengawasan yang dilakukan oleh Balai Bahasa terkait dengan penggunaan bahasa Indoesesia di ruang publik, Toha mengatakan, pihaknya selalu memberikan edukasi kepada masyarakat dalam bentuk seminar, lokakarya hingga pertemuan-pertemuan terbatas baik yang dilakukan di kantor Balai Bahasa sendiri ataupun mendatangi masyarakat di kampung-kampung.

Bahasa Indonesia jadi bahasa Internasional

Badan Bahasa Nasional saat ini sedang berusaha untuk menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Koordinator Teknis Balai Bahasa Papua dan Papua Bara t, Yulius Pagappong mempertanyakan, sulitnya bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, seperti bahasa Inggris. Menurutnya, bahasa Indonesia seharusnya bisa menjadi bahasa internasional.

“Kenapa tidak? Bisa saja. Karena untuk menjadikan sebuah bahasa menjadi bahasa internasional adalah jumlah penuturnya banyak. Nah, untuk bahasa Indonesia sendiri penuturnya sudah banyak. Bukan hanya untuk orang Indonesia saja tetapi ada banyak penutur dari Negara lain,” katanya.

Kata Yulius, hingga kini ada 11 Universitas di 11 Negara berbeda telah memasukan bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU).

“Yang saya tau ada dua Negara yang sudah mewajibkan mahasiswanya adalah di Australia dan Mesir,” ujarnya.

Dikatakan, MKDU tersebut berhasil dilakukan berkat Badan Bahasa mengirim 50 penutur Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk mengajar bahasa Indonesia di 30 negara baik di sekolah, kampus, kedutaan dan lembaga.

Soal k riteria khusus, agar sebuah bahasa bisa menjadi bahasa internasional, menurut Yulius ada dua syarat, diantaranya harus memiliki jumlah penutur yang banyak dan antusias penutur asing untuk belajar bahasa tersebut. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Tanaman sagu di Kabupaten Jayapura perlu perhatian khusus

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga MENGKONSUMSI PANGAN LOKAL, MENGUATKAN EKONOMI PEREMPUAN PAPUA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:35
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) West Papua Solidarity For EARTHQUAKE DISASTER IN NEW GUINEA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:31
Diproduksi : West Papua UPdates Tiga Lembaga Publik yang paling sering dilaporkan Masyarakat Papua ke Ombudsman
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:18
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Kegiatan Pelatihan Ombusmen Provinsi Papua di Jayapura
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:14Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Peresmian Pasar Mama Papua
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:32
Diproduksi : West Papua Updates Aksi Penanaman 500 Pohon oleh Mahasiswa STFT GKI I.S.Kijne Jayapura, Papua.
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:22
Diproduksi : West Papua Updates, WPU ‹ › Terkini
  • Bahasa Indonesia bisa jadi bahasa internasional

    Mamta â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 15:44 WP
  • Kabupaten Mamteng gelar Musrembang untuk 2019

    Meepago â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 15:31 WP
  • Konflik picu naiknya kelaparan warga dunia

    Dunia â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 14:36 WP
  • Museum Rambut Purbalingga butuh dana Rp5 miliar

    Jawa â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 14:33 WP
  • Selamatkan Papua dari gizi buruk dan kelaparan

    Koran Jubi â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 08:00 WP
  • KPU Yalimo d ukung penghentian sistem noken

    Polhukam â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 07:02 WP
  • Perusahaan merespon UMP Papua

    Koran Jubi â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 06:55 WP
  • Guru di Nabire demo menuntut gaji

    Koran Jubi â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 06:50 WP
  • Lestarinya lingkungan lahir dari kesadaran pribadi

    Jayapura Membangun â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 06:43 WP
  • Sejumlah sekolah di Jayapura ikut program Adiwiyata

    Jayapura Membangun â€" Selasa, 27 Maret 2018 | 06:31 WP
Populer Tolak nama jembatan, LMA: Kenapa nama Soekarno? Jokowi saja sekalian Mamta |â€" Minggu, 18 Maret 2018 WP | 5777x views Polemik menara masjid Al-Aqsa, MUI Papua : Jangan terlalu percaya media sosial Mamta |â€" Minggu, 18 Maret 2018 WP | 4952x views Papua siap salurkan 1000 buku Otonomi |â€" Kamis, 22 Maret 2018 WP | 3034x views Bocah pecandu Aibon menjamur di Dogiyai, tanggung jawab siapa? Perempuan dan Anak |â€" Senin, 19 Maret 2018 WP | 2753x views PGGJ minta menara masjid AL-Aqsa tak lebih tinggi dari bangunan gereja Mamta |â€" Sabtu, 17 Maret 2018 WP | 2731x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Su ara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »