www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Negara Hadir di Ruang Udara Papua dan Papua Barat

Posted by On 07.52

Negara Hadir di Ruang Udara Papua dan Papua Barat

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sesaat akan terbang menggunakan pesawat Twin Otter yang dioperasikan Demonim Air dari Bandara Timika ke Nabire Papua, Rabu (20/12/2017).KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sesaat akan terbang menggunakan pesawat Twin Otter yang dioperasikan Demonim Air dari Bandara Timika ke Nabire Papua, Rabu (20/12/2017).


KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Perum LPPNPI/AirNav Indonesia akan melakukan percobaan prosedur navigasi berupa Remotely AFIS, Traffic Information Broadcast by Aircraft (TIBA), dan Flight Watch di Papua dan Papua Bar at.

Hal itu sejalan dengan program strategis nasional (PSN) pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam hal peningkatan keselamatan (safety) dan pelayanan (service) di bidang transportasi untuk wilayah tersebut.

Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, mengatakan pemberlakuan percobaan ini dilakukan agar tidak ada lagi blank spot di wilayah udara Papua dan Papua Barat terkait pelayanan navigasi penerbangan.

"Dengan prosedur tersebut, wilayah-wilayah yang saat ini masih belum bisa dilayani navigasi penerbangannya untuk wilayah Papua dan Papua Barat akan segera bisa dilayani. Dengan demikian, penerbangan pesawat di wilayah tersebut juga akan lebih terjamin keselamatannya," ujar Agus dalam siaran pers, Senin (9/4/2018).

(Baca: Upper Papua akan Dijadikan Jalur Penerbangan Internasional)

Dengan menerapkan prosedur ini, kata Agus, diharapkan pelayanan navigasi penerbangan akan bisa dilakuka n di daerah yang selama ini sulit untuk diberikan pelayanan. Dengan demikian, konektivitas di Papua dan Papua Barat bisa terbuka. Dampaknya, ia melanjutkan, perekonomian wilayah bisa berkembang dan masyarakat lebih sejahtera.

"Ini juga menandakan bahwa negara hadir dalam setiap jengkal ruang udara Papua dan Papua Barat dengan pemberian Air Traffic Control System (ATS) di wilayah uncontrolled airspace. Jika percobaan ini berhasil, akan dievaluasi untuk dapat diterapkan di ruang udara uncontrolled airspace lainnya di Indonesia yang memiliki permasalahan yang sama," katanya.

Pengaturan prosedur Remotely AFIS, TIBA, dan Flight Watch di wilayah Papua dan Papua Barat sangat diperlukan. Sebab, ia melanjutkan, pergerakan pesawat di beberapa wilayah tersebut sudah cukup signifikan frekuensinya.

Dengan luasnya wilayah ruang udara dan banyaknya bandar udara yang harus diberikan pelayanan lalu lintas penerbangan, penerap an prosedur tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk menjamin tersedianya pelayanan.

Baca juga: Indonesia Optimistis Lulus Evaluasi Sektor Penerbangan dari Uni Eropa

Khusus untuk TIBA, prosedur tersebut dapat menjadi solusi sementara untuk menjamin keselamatan operasi penerbangan di wilayah ruang udara tidak dikendalikan (uncontrolled airspace) di wilayah Papua dan Papua Barat.

Solusi jangka panjang berupa peningkatan kemampuan komunikasi dan pembentukan peningkatan wilayah menjadi controlled airspace memakan waktu karena kontur topografi wilayah Papua cukup sulit. Oleh karenanya, prosedur TIBA merupakan solusi alternatif sampai solusi jangka panjang tersebut bisa dipenuhi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso saat memaparkan perkembangan penerbangan Indonesia    di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (23/3/2018). Dari hasil audit Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada 2017 lalu performa navigasi Indonesia mendapat nilai sangat baik mencapai 86 persen, berada di atas ratarata global yakni 60,7 persen.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso saat memaparkan perkembangan penerbangan Indonesia di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (23/3/2018). Dari hasil audit Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada 2017 lalu performa navigasi Indonesia mendapat nilai sangat baik mencapai 86 persen, berada di atas ratarata global yakni 60,7 persen.

Prosedur TIBA akan diujicobakan dan difokuskan pada pesawat udara yang tidak bisa melakukan komunikasi dua arah dengan unit ATS yang memberikan pelayanan di wilayah uncontrolled airspace. Pelaksanaan uji coba TIBA akan menggunakan beberapa frekuensi radio yang akan dievaluasi selama proses berlangsung.

Direktorat Navigasi Penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menginformasikan kepada pengguna ruang udara Indonesia mengenai rencana uji coba Remote AFIS, TIBA, dan Flight Watch melalui Aeronautical Information Publication (AIP) Supplement nomor 5 tahun 2018 tertanggal 15 Februari 2018 tentang Trial Implementasi Prosedure TIBA Area yang berlaku efektif 29 Maret 2018 hingga 29 Juni 2018.

Selain itu, pemerintah menginformasikan melalui AIP Supplement nomor 8 tahun 2018 tertanggal 15 Maret 2018 tentang Trial Implementasi Remotely AFIS dan Flight Watch Bandara yang efektif berlaku mulai 26 April hingga 26 Juli 2018.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Keselamatan Keamanan Penerbangan

Berita Ter kait

Bandara Tebelian Siap Gantikan Bandara Susilo di Sintang

Bandara Kertajati Potensial Dongkrak Perekonomian Jawa Barat

Bandara Letung di Anambas Siap Menyambut Wisatawan

Terkini Lainnya

Waskita Toll Road Targetkan Tol Cibitung-Cimanggis Tembus Transyogi Tahun Ini

Waskita Toll Road Targetkan Tol Cibitung-Cimanggis Tembus Transyogi Tahun Ini

Ma kro 10/04/2018, 21:25 WIB Waskita Pastikan Tol Cibitung-Cilincing Beroperasi Tahun Depan

Waskita Pastikan Tol Cibitung-Cilincing Beroperasi Tahun Depan

Makro 10/04/2018, 21:14 WIB Bandara APT Pranoto Siap Gantikan Bandara Temindung Samarinda

Bandara APT Pranoto Siap Gantikan Bandara Temindung Samarinda

Makro 10/04/2018, 20:43 WIB Harus Dapat Restu Pemerintah Sebelum Naikkan Harga BBM, Ini Komentar Pertamina

Harus Dapat Restu Pemerintah Sebelum Naikkan Harga BBM, Ini Komentar Pertamina

Makro 10/04/2018, 20:37 WIB Melalui T-Cash, Belanja Masyarakat Penerima Bansos Bisa Dikontrol

Melalui T-Cash, Belanja Masyarakat Penerima Bansos Bisa Dikontrol

Makro 10/04/2018, 20:32 WIB Menristekdikti Harapkan Bunga Kredit Pendidikan 0 Persen

Menristekdikti Harapkan Bunga Kredit Pendidikan 0 Persen

Makro 10/04/2018, 20:00 WIB Asian Agri: Kami Tidak Khawatirkan Pasar di Uni Eropa

Asian Agri: Kami Tidak Khawatirkan Pasar di Uni Eropa

Makro 10/04/2018, 19:50 WIB Standard Chartered dan Indonesia Eximbank Kerja Sama Fasilitasi Eksportir Indonesia ke Afrika

Standard Chartered dan Indonesia Eximbank Kerja Sama Fasilitasi Eksportir Indonesia ke Afrika

Keuangan 10/04/2018, 19:30 WIB CEO Lion Air: Hanya Tuhan yang Bisa Buat Penerbangan Tepat Waktu

CEO Lion Air: Hanya Tuhan yang Bisa Buat Penerbangan Tepat Waktu

Bisnis 10/04/2018, 19:27 WIB Riset: Laku Pandai dan Layanan Keuangan Digital Dorong Inklusi Keuangan

Riset: Laku Pandai dan Layanan Keuangan Digital Dorong Inklusi Keuangan

Ke uangan 10/04/2018, 19:02 WIB Pertamina Mengaku Rugi Jual Pertalite

Pertamina Mengaku Rugi Jual Pertalite

Bisnis 10/04/2018, 18:45 WIB BTN Janjikan Syarat Fleksibel untuk Penerima Kredit Pendidikan

BTN Janjikan Syarat Fleksibel untuk Penerima Kredit Pendidikan

Keuangan 10/04/2018, 18:37 WIB Waskita Toll Road Gunakan Dana dari RDPT untuk Selesaikan Tol Trans Jawa

Waskita Toll Road Gunakan Dana dari RDPT untuk Selesaikan Tol Trans Jawa

Makro 10/04/2018, 18:32 WIB Mendag: Kompetisi Masuk Pasar Afrika Mulai Ketat

Mendag: Kompetisi Masuk Pasar Afrika Mulai Ketat

Makro 10/04/2018, 18:20 WIB Beli 50 Pesawat Boeing 737 MAX 10, Lion Dapat Pinjaman dari Exim Bank of USA

Beli 50 Pesawat Boeing 737 MAX 10, Lion Dapat Pinjaman dari Exim Bank of USA

Bisnis 10/04/2018, 17:45 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »