www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Indonesia, Rumah dari 6 Spesies Penyu Langka Dunia

Posted by On 09.03

Indonesia, Rumah dari 6 Spesies Penyu Langka Dunia

Penyu.Thinkstock Penyu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ternyata, 23 Mei diperingati sebagai World Turtle Days atau Hari Penyu Sedunia.

Di dalam dunia penyu terdapat tiga spesies hewan bercangkang yang dalam bahasa Inggris sama-sama disebut turtle.

Ketiga spesies itu adalah kura-kura (land turtle), labi-labi (freshwater turtle), dan penyu (sea turtle). Di antara ketiganya, penyu adalah spesies yang paling terancam keberadaannya.

Nah, perairan Indonesia ternyata menjadi rumah bagi enam dari tujuh spesies penyu yang tersisa di dunia.

Baca juga: Dalam 2 Bulan, 18 Penyu Langka Ditemukan Mati di Panta i Polewali Mandar

Keenam spesies penyu itu adalah penyu belimbing (Dermochelis coriacea), penyu hijau (Chelonia midas), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu pipih (Natator depressa), penyu sisik (Eretmochelys imbricate), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).

Berdasarkan data The International Union for Conservation of Nature (IUCN) keenam jenis penyu itu berada pada status rentan, terancam punah, hingga sangat terancam.

Kordinator Konservasi Spesies Laut WWF Indonesia, Dwi Suprapti menyebutkan, berdasarkan pengamatan jangka panjang yang dilakukan, keberadaan penyu di perairan Indonesia mengalami penurunan signifikan.

Kesimpulan tersebut, lanjut Dwi, dilihat dari jumlah pendaratan dan proses bertelur di beberapa titik pantai.

“Beberapa lokasi peneluran utama di Indonesia seperti pantai Peneluran Sangalaki, Kepulauan Derawan Kaltim, Pantai Peneluran Paloh, Kalbar, Pantai Penelura n Pangumbahan, Jabar, Pantai Jeen Womom, Papua barat, dan beberapa lokasi lainnya,” kata Dwi.

Selain faktor alam, manusia juga menjadi faktor yang memengaruhi merosotnya populasi penyu di dunia.

Misalnya, kegemaran manusia mengonsumsi daging penyu, perdagangan penyu dan produk turunannya, adat-istiadat, serta kebiasaaan membuang sampah di laut atau yang sungai bermuara di laut.

“Baru-baru ini terjadi pada penyu yang mati terdampar di Paloh akibat saluran pencernaannya tersumbat plastik yang berukuran besar yaitu 5 x 8 cm,” kata Dwi.

Dwi melanjutkan, penyu memiliki peran penting dalam ekosistem kehidupan. Sehingga, keberadaan hewan bercangkang ini harus dijaga kelestariannya.

Baca juga: Punggungnya Terluka, Seekor Penyu Bertelur di Pantai Sukamade Banyuwangi

"Laporkan ke badan terkait jika menemukan kegiatan perburuan atau perdagangan ilegal penyu dan produk turunannya," Dwi menganjurkan.

Warga yang men getahui adanya perburuan atau perdagangan ilegal penyu dapat melapor ke dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL).

Cara lain adalah lewat aplikasi Gakkum yang disediakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan E-Pelaporan Satwa Dilindungi milik Bareskrim Polri.


Berita Terkait

Seperti Burung, Penyu Juga Punya GPS untuk Tentukan Arah

95 Penyu Menetas di Pantai Versova India, Ini Pelajaran Buat Kita

90 Persen Penyu Laut Berjenis Kelamin Betina, Apa yang Bisa Dilakukan?

Alasan Peneliti Paksa 150 Anak Penyu Berjalan di Atas "Treadmill"

Makin Mengerikan, Tiap Tahun 1.000 Penyu Mati akibat Sampah Plastik

Terkini Lainnya

Berebut Kelinci, Rubah dan Elang Bertarung di Udara

Berebut Kelinci, Rubah dan Elang Bertarung di Udara

Fenomena 23/05/2018, 20:29 WIB Virus Mematikan Tanpa Obat Mewabah di India, Berpotensi Ancam Dunia

Virus Mematikan Tanpa Obat Mewabah di India, Berpotensi Ancam Dunia

Fenomena 23/05/2018, 20:05 WIB Ibu Harus Tahu, Anak Terlalu 'Steril' Berisiko Leukemia

Ibu Harus Tahu, Anak Terlalu "Steril" Berisik o Leukemia

Kita 23/05/2018, 19:07 WIB Bagaimana Aturan Minum Air Selama Puasa?

Bagaimana Aturan Minum Air Selama Puasa?

Kita 23/05/2018, 18:34 WIB Letusan Freatik Buktikan Merapi Telah Berubah, Apa Dampak Negatifnya?

Letusan Freatik Buktikan Merapi Telah Berubah, Apa Dampak Negatifnya?

Fenomena 23/05/2018, 18:30 WIB Nebula Semut Ditemukan Menembakkan Laser, Ada Apa?

Nebula Semut Ditemukan Menembakkan Laser, Ada Apa?

Fenomena 23/05/2018, 18:03 WIB Indonesia, Rumah dari 6 Spesies Penyu Langka Dunia

Indonesia, Rumah dari 6 Spesies Penyu Langka Dunia

Oh Begitu 23/05/2018, 17:55 WIB Ahli Bongkar Rahasia Gerakan 'Antigravitasi' MIlik Michael Jackson

Ahli Bongkar Rahasia Gerakan "Antigravitasi" MIlik Michael Jackson

Fenomena 23/05/2018, 17:30 WIB Astronom: Supernova Mungkin Betanggung Jawab Atas Kepunahan Masal

Astronom: Supernova Mungkin Betanggung Jawab Atas Kepunahan Masal

Fenomena 23/05/2018, 17:00 WIB Astronom Temukan Asteroid Alien Mengorbit Bersama Jupiter

Astronom Temukan Asteroid Alien Mengorbit Bersama Jupiter

Fenomena 23/05/2018, 14:05 WIB Asosiasi Dokter Jerman Sebut Puasa Bahaya Bagi Anak, Apa Alasannya?

Asosiasi Dokter Jerman Sebut Puasa Bahaya Bagi Anak, Apa Alasannya?

Fenomena 23/05/2018, 06:11 WIB Akhir dari Teori Konspirasi, Gigi Pastikan Kematian Hitler Tahun 1945

Akhir dari Teori Konspirasi, Gigi Pastikan Kematian Hitler Tahun 1945

Oh Begitu 23/05/2018, 05:05 WIB Studi: Nanopartikel Daun Teh Bisa Hancurkan Sel Kanker Paru-paru

Studi: Nanopartikel Daun Teh Bisa Hancurkan Sel Kanker Paru-paru

Oh Begitu 23/05/2018, 04:01 WIB Polusi Udara, Pembunuh Senyap di Ibu Kota

Polusi Udara, Pembunuh Senyap di Ibu Kota

Kita 22/05/2018, 20:31 WIB Sudah 'Nge-gym' Tiap Hari, Kok Berat Badan Tidak Berkurang?

Sudah "Nge-gym" Tiap Hari, Kok Berat Badan Tidak Berkurang?

Kita 22/05/2018, 20:05 WIB Load MoreSumber: Googl e News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »