www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Momentum 1 Mei, Indonesia memperbudak Papua atas nama pembebasan

Posted by On 06.47

Momentum 1 Mei, Indonesia memperbudak Papua atas nama pembebasan

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangu n
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Momentum 1 Mei, Indonesia memperbudak Papua atas nama pembebasan
  • Rabu, 02 Mei 2018 â€" 18:22
  • 97x views
Momentum 1 Mei, Indonesia memperbudak Papua atas nama pembebasan Aneksasi ke negara Indonesia mengatasnamakan pembebasan yang terjadi sejak 55 tahun lalu itu justru memunculkan sistem perbudakan dan pembunuhan terhadap orang Papua. Markus Haluk saat berjumpa dengan Kardinal John Ribat di PNG dalam perjalanan diplomasinya demi pembebasan Papua dari perbudakan,-Jubi/Ist Benny Mawel [email protected] Editor : Edi Faisol LipSus Pendulang emas ilegal terus berdatangan ke Korowai Features | Minggu, 29 April 2018 | 17:02 WP DPRP ingin tanah adat diatur untuk perlindungan OAP Features | Minggu, 29 April 2018 | 14:07 WP Kembalikan fungsi hutan Papua Features | Jumat, 27 April 2018 | 14:07 WP Naomi Selan: Keluarga penyebab remaja Papua salah langkah Features | Senin, 23 April 2018 | 14:10 WP

PERHATIAN !!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Catatan Sejarah 1 Mei 1963 bertepatan pembebasan Irian Barat dalam aneksasi ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dinilai sebagai awal perbudakan tersistem terhadap Papua.

"55 tahun pula lamanya atas nama pembebasan kaum buruh internasional dari kapitalisme, justru memperbudak bangsa Papua," ujar kepala kantor Koordinasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) di West Papua, Markus Haluk, .
Aneksasi ke negara Indonesia mengatasnamakan pembebasan yang terj adi sejak 55 tahun lalu itu justru memunculkan sistem perbudakan dan pembunuhan terhadap orang Papua.

“Selama orang Papua hanya menjadi objek dari pembangunan,” kata Haluk menegaskan.

Pejuang kemerdekaan Papua menyebutkan kondisi Papua sejak bergabung dengan negara Indonesia bertolak belakang dengan pidato presiden pertama Indonesia Soekarno yang menyatakan 1 Mei adalah hari bersejarah.

“Saat itu Soekarno menyebut hari pembebasan Internasional. 1 mei 1963 Irian Barat Kembali ke dalam wilayah kekuasaan Republik Indonesia," ujar Haluk menjelaskan.

Ia menilai pidato itu tak sesuai dengan fakta perbudakan Indonesia di Papua Barat yang mengatasnama pembebasan.

Anggota DPRP, John Gobay, sepakat dengan pernyataan Haluk, ia menyebutkan selama ini orang Papua hanya menjadi obyek bukan subyek pembangunan, padahal selama ini orang Papua yang memiliki hak-hak atas sumber daya di daerahnya.

"Orang Papua ini hanya terim a uang bore (rayu) dari pemodal yang mengelola hutan dan pertambangan," kata Gobay.

Menurut dia, orang Papua tidak pernah punya posisi lebih dan hanya menjadi penonton atas perebutan dan pengerukan kekayaan alam di tanah kelahiran.

Irenius Puhiri, salah satu tokoh Tabi, menyebut orang Tabi sudah minoritas di negerinya. Orang Tabi hanya sekitar 133 ribu dari total jumlah penduduk di tanah Tabi.

"Orang Tabi hanya 133 ribu. Apakah orang Tabi akan ada ke depan?,” kata Puhiri mempertanyakan,

Ia menyebutkan Wilayah adat Tabi meliputi kabupaten dan kota Jayapura. Keerom, Sarmi dan Mamberamo Raya. Sedangkan penduduk wilayah tersebut didominasi orang imigran Indonesia Barat dan Tengah melalui program transmigrasi awal 1980 an hingga 1990an. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Yohanes Youw: Pejabat Pemprov Papua, hargailah SK gubernur

Selanjutnya

Gobai: Polres Nabire jangan diam, ungkap penembak Geri Goo

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga MENGKONSUMSI PANGAN LOKAL, MENGUATKAN EKONOMI PEREMPUAN PAPUA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:35
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) West Papua Solidarity For EARTHQUAKE DISASTER IN NEW GUINEA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:31
Diproduksi : West Papua UPdates Tiga Lembaga Publik yang paling sering dilaporkan Masyarakat Papua ke Ombudsman
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:18
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Kegiatan Pelatihan Ombusmen Provinsi Papua di Jayapura
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Peresmian Pasar Mama Papua
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:32
Diproduksi : West Papua Updates Aksi Penanaman 500 Pohon oleh Mahasiswa STFT GKI I.S.Kijne Jayapura, Papua.
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:22
Diproduksi : West Papua Updates, WPU ‹ › Terkini
  • Komnas HAM: Pembentukan Pansus HAM MRP belum terlambat

    Polhukam â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 19:33 WP
  • Kemendag cek stok dan harga barang di Jayapura

    Ekonomi â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 19:02 WP
  • Merauke peringkat satu inflasi nasional, Kota Jayapura def lasi

    Ekonomi â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 18:53 WP
  • Gobai: Polres Nabire jangan diam, ungkap penembak Geri Goo

    Polhukam â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 18:31 WP
  • Momentum 1 Mei, Indonesia memperbudak Papua atas nama pembebasan

    Polhukam â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 18:22 WP
  • Borneo FC, penyembuh luka Persipura?

    Lembar Olahraga â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 18:20 WP
  • Yohanes Youw: Pejabat Pemprov Papua, hargailah SK gubernur

    Polhukam â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 18:04 WP
  • Pemkab Jayawijaya serahkan dana prospek

    Lapago â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 17:21 WP
  • Tak ada pembangunan, masyarakat minta Bupati Pegubin diganti

    Lapago â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 17:17 WP
  • Persidafon U-15 wakili Indonesia di Trofeo Kuala Lumpur World Cup 2018

    Lembar Olahraga â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 17:01 WP
Populer Untuk apa, mantan Panglima GAM minta dukungan Papua? Lembar Olahraga |â€" Minggu, 22 April 2018 WP | 11040x views Bukan Tiongkok, negara ini adalah ancaman terbesar Pasifik dan Melanesia Pasifik |â€" Selasa, 24 April 2018 WP | 5890x views Kunjungan diplomat Kepulauan Solomon ke West Papua dikritik rakyatnya sendiri Nasional & Internasional |â€" Kamis, 26 April 2018 WP | 4867x views OPM TPN-PB : Militer Indonesia melewati batas hukum kemanusiaan Polhukam |â€" Jumat, 27 April 2018 WP | 4773x views Pemprov Papua siap berdialog dengan ULMWP dan KNPB Nasional & Internasional |â€" Kamis, 26 April 2018 WP | 4063x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesi a. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah M inang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »