www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ada sembilan ikan jenis baru di Fakfak

Posted by On 19.15

Ada sembilan ikan jenis baru di Fakfak

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
    • Interaktif
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
    • Infografis
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Ada sembilan ikan jenis baru di Fakfak
  • Jumat, 01 Juni 2018 â€" 21:13
  • 254x views
Ada sembilan ikan jenis baru di Fakfak Potensi karang dan biota laut Fakfa k yang luar biasa ini, juga menjadi tempat aman untuk habitat jenis-jenis ikan langka yang jarang ditemukan diperairan lain pada umumnya. Sembilan jenis ikan yang diduga sebagai jenis baru di pesisir pesisir Teluk Berau dan Teluk Nusalasi-Van Den Bosch Kabupaten Fakfak - Jubi/ dok. CI Indonesia, Fakfak. Hans Kapisa [email protected] Editor : Edho Sinaga LipSus Jubi dan WRI gelar pembekalan pemantauan pengawasan hutan Features | Jumat, 25 Mei 2018 | 21:34 WP PPPA Papua diminta berpihak kepada ibu dan anak Features | Selasa, 22 Mei 2018 | 21:15 WP Semua lini harus cegah perambahan hutan dan pencurian kayu Features | Kamis, 10 Mei 2018 | 21:55 WP Kopi Oksibil, salah satu varie tas kopi terbaik di Indonesia Features | Sabtu, 05 Mei 2018 | 12:38 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Conservasi Internasional (CI) Indonesia di Fakfak berhasil mengidentifikasi 9 (sembilan) jenis ikan karang/coral fish yang diduga sebagai jenis baru karena belum memiliki nama dalam taksonomi kelas ikan (pisces) secara ilmiah.

Nur Ismu Hidayat program manejer Fakfak untuk CI Indonesia mengatakan, sembilan jenis ikan tersebut berhasil diidentifikasi setelah dilakukan survey potens i taman pesisir di Fakfak dengan kegiatan penyelaman selama dua minggu dari pesisir Teluk Berau wilayah Distrik Kokas, dan dilanjutkan ke pesisir Teluk Nusalasi-Van Den Bosch wilayah Distrik Karas.

"Dari dua minggu saat penyelaman untuk survei potensi pesisir, di bagian utara Fakfak (pesisir Teluk Berau) berhasil teridentifikasi 6 jenis yang berpotensi jenis baru. Kemudian 3 jenis lainnya teridentifikasi di bagian Barat Fakfak yaitu di pesisirTeluk Nusalasi-Van Den Bosch di Distrik Karas", ujar Ismu kepada Jubi, Jumat (1/6/2018) di Manokwari.

Untuk deskripsi dan habitat sembilan jenis ikan karang tersebut, kata Ismu, cukup bervariasi, mulai dari kedalaman 1-2 meter dengan kondisi ombak sedang. Juga dari sedimen (dasar) berlumpur sampai karang.

"Habitat sembilan jenis diduga baru ini bervariasi, salah satunya jenis baru yang secara morfologi (ciri-ciri fisik) masuk dalam Family Pomacentrus yaitu ikan berukuran 6 cm berwarna hitam dan di bagian mulut berwarna terang seperti menggunakan gincu. Jenis ini, tidak ditemukan di tempat lain berdasarkan panduan pengenal jenis-jenis pisces di Indonesia. Sehingga jenis ini diduga kuat sebagai jenis endemik perairan pesisir Fakfak,” terang Ismu.

Dikatakan, sembilan jenis ikan yang diduga jenis baru tersebut, bukan jenis ikan yang dapat dikonsumsi, karena memiliki ukuran tubuh yang kecil. Tapi lebih berpotensi sebagai ikan hias yang dapat dinikmati keindahannya di habitat alamnya.

"Ini bukan jenis ikan yang dapat dikonsumsi. Tapi, dengan ukuran tubuh yang kecil dan memiliki warna dan ukuran tubuh yang unik, lebih berpotensi sebagai ikan hias yang hanya dapat dinikmati (diamati) di tempat hidupnya di pesisir Fakfak untuk pengembangan ekowisata,” ujarnya menjelaskan.

Potensi karang dan biota laut Fakfak yang luar biasa ini, juga menjadi tempat aman untuk habitat jenis-jenis ikan langka yang jarang ditemukan diperairan lain pada umumnya.

"Seperti jenis ikan kakatua gong (jenis ikan karang berukuran besar, bagian kepala depan terdapat tonjolan mirip tonjolan gong) berwarna hitam yang dikenal dengan nama ilmiah Chlorurus oedema ini, berhasil terekam saat survei potensi di Muara sungai pesisir Teluk Nusalasi-Van Den Bosch,” kata Ismu.

Kelyopas Krey, akademisi bidang sains di Universitas Papua (Unipa) Manokwari mengatakan, potensi spesies/jenis di daerah perairan Papua Barat cukup tinggi, namun belum sepenuhnya terdata.

Untuk sembilan jenis yang diduga sebagai jenis baru, hasil survei potensi pesisir dua wilayah pesisir di perairan Distrik Kokas dan Distrik Karas Kabupaten Fakfak, tentu akan melalui prosedur saintifik yang sistematik.

"Dalam proses taksonomi, baik secara morfologi dan analisis genetik akan dipakai untuk memastikan sekaligus memvalidasi. Apakah sembilan jenis tersebut adalah jenis baru yang berevolusi atau memiliki hubungan kekerabatan dengan jenis lain yang ada di wilayah itu,” ujar Krey.

Jenis ikan yang diduga sebagai jenis baru ini, merupakan satu potensi yang baik bagi ilmu pengetahuan. Sehingga pengelolaan kawasan itu tidak terlepas dari ilmu pengetahuan. Yang tentunya, ilmu pengetahuan itu akan dipakai kembali untuk meningkatkan sistim pemanfaatan dan menambah dokumen nasional dan internasional tentang potensi daerah.

"Dari Unipa terus mendorong langkah cerdas dari berbagai pihak untuk pelestarian lingkungan di seluruh wilayah tanah papua yang menjadi pusat biodiversiti, tapi juga kami terus dorong upaya berbagai pihak melakukan langkah positif dalam mengelola pembangunan secara berkelanjutan,” ujarnya.

"Bahwa, ada nilai-nilai konservasi tinggi yang perlu dipertahankan, sehingga pembangunan di tanah Papua, khususnya di Papua Barat selalu utamakan nilai-nilai yang menghargai masa depan karifan lokal generasi kita nanti,” ujar Krey menambahkan. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Enam kapal Pelni akan layani arus mudik Lebaran 2018

Selanjutnya

Kemenpan buka formasi khusus CPNS Papua

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Story Map : Enam pelanggaran lingkungan yang dilakukan Freeport
Sabtu, 02 Juni 2018 | 08:45
Diproduksi : JUBI Dominasi Tanah Papua di laga Persebaya VS Persipura
Rabu, 30 Mei 2018 | 11:07
Diproduksi : JUBI Jejak dan ketangguhan Sang Jenderal PERSIPURA
Senin, 28 Mei 2018 | 18:54
Diproduksi : JUBI Pembunuhan misterius OAP selama tahun 2015-2016
Senin, 28 Mei 2018 | 12:16
Diproduksi : admin West Papua Solidarity For EARTHQUAKE DISASTER IN NEW GUINEA
Minggu, 27 Mei 2018 | 08:37
Diproduksi : West Papua UPdates Tiga Lembaga Publik yang paling sering dilaporkan Masyarakat Papua ke Ombudsman
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:18
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) ‹ › Terkini
  • Hadiri peringatan Nuzulul Quran, Sekda : Belajarlah toleransi di Papua

    Otonomi â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 22:45 WP
  • Kabupaten Fakfak siapkan 250 ribu hektar pesisir jadi kawasan konservasi baru

    Domberai â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 22:34 WP
  • Telur ayam ras mulai langka di Manokwari

    Domberai â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 21:28 WP
  • Busup: Sidang majelis Pegunteng bisa jadi motivasi masyarakat Yahukimo

    Lapago â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 21:22 WP
  • Kemenpan buka formasi khusus CPNS Papua

    Domberai â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 21:18 WP
  • Insiden pesawat kargo tergelincir berpengaruh pengiriman beras Bulog

    Lapago â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 21:14 WP
  • Ada sembilan ikan jenis baru di Fakfak

    Domberai â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 21:13 WP
  • Jayawijaya sedang rasionalisasikan anggaran Pilkada

    Lapago â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 21:08 WP
  • Gudang arsip Pemda Jayawijaya diduga sengaja dibakar

    Lapago â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 20:55 WP
  • Legislator berencana surati presiden terkait kasus Nirigi

    Polhukam â€" Jumat, 01 Juni 2018 | 19:08 WP
Populer Polisi siaga satu pasca penetapan Kmurkek jadi Ibukota Maybrat Domberai |â€" Senin, 28 Mei 2018 WP | 5263x views Lestarikan budaya, Devio Basten gunakan koteka saat kuliah Pernik Papua |â€" Senin, 28 Mei 2018 WP | 4585x views Kepulauan Solomon bahas masalah Papua Pasifik |â€" Kamis, 24 Mei 2018 WP | 1813x views Otsus masih berlangsung, anak adat terus tersingkirkan Berita Papua |â€" Rabu, 23 Mei 2018 WP | 1459x views Pembeli tawar harga rendah, penjual kelapa tak dapat untung Ekonomi |â€" Kamis, 24 Mei 2018 WP | 1398x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »