www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Masyarakat Indonesia paling rentan dari serangan buaya

Posted by On 19.14

Masyarakat Indonesia paling rentan dari serangan buaya

Buaya muara merupakan spesies yang mendiami kawasan hutan mangrove.
Buaya muara merupakan spesies yang mendiami kawasan hutan mangrove. | Pixabay

Akhir Mei lalu, tepatnya tanggal 28, Sopian (32) mendapatkan pengalaman yang akan diingatnya seumur hidup. Laki-laki yang sedang bekerja mengangkat hasil panen sagu itu diserang oleh buaya.

Dilansir dari Liputan6.com (30/5), saat itu ia dan rekannya Saham (45) sedang mengangkat hasil panen dari sungai seperti biasa, pada malam hari pukul 21.00 WIB. Namun dua warga dari Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Riau, tersebut nyaris kehilangan nyawanya.

Seekor buaya ternyata mengi ntai Sopian dan mulai mendekatinya tanpa terdeteksi. Korban kemudian terkena kibasan ekor buaya. Namun sang buaya tidak sempat menerkam korban, karena Sopian keburu diangkat dari sungai oleh Abdul Manan, bosnya. Sopian hanya menderita memar pada bagian tangannya saja.

Sopian terbilang beruntung. Sebelumnya, di lokasi yang berdekatan, seorang buruh lepas tewas diserang buaya liar.

Ongkiat (19), yang saat itu bekerja untuk PT National Sago Prima di Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebingtinggi Timur, diterkam buaya pada tanggal 14 April 2018. Jasadnya ditemukan dengan sejumlah luka gigitan buaya. Diduga korban sempat melawan sebelum meninggal kehabisan napas.

Dua kisah di atas merupakan contoh dari sekian banyaknya kasus hewan liar di Indonesia yang berkonflik dengan manusia.

Berdasarkan laporan Lokadata Beritagar.id, Indonesia memiliki kasus penyerangan buaya tertinggi yakni hingga 256 kasus dari data yang terekam periode 2000 hingga 14 Mei 2018. Pulau Kalimantan, Jawa, dan Sumatera Utara menjadi wilayah dengan kasus penyerangan tertinggi.

India berada pada posisi berikutnya dengan 169 serangan pada periode yang sama, disusul Zambia (72) dan Afrika Selatan (22).

Meski memiliki kesan ganas, namun nyatanya buaya merupakan hewan penakut. Fakta tersebut disampaikan oleh Hellen Kurniati, seorang peneliti buaya dan reptil di Lembaga Imu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kepada Medcom.id (24/4), Hellen menuturkan bahwa buaya menyerang itu karena rasa takut. "รข€¦ rasa ketakutannya tinggi, dengar suara sedikit langsung menyerang."

Meski penakut, namun karena sifat buas yang secara lahiriah itulah yang kerap menjadikannya "musuh" manusia.

"Buaya itu sudah buas sejak lahir. Saat membantu mereka keluar dari cangkang saja, jempol saya digigitnya," kata perempuan yang sudah bergabung dengan LIPI sejak 1988 itu.

Selain buaya, hiu juga menjadi hewan berikutnya yang kerap menyerang manusia. Beru ntung Indonesia tidak masuk ke dalam daftar dengan kasus penyerangan hiu. Negara yang menjadi pemegang posisi nomor satu adalah Australia dengan 33 kasus dalam periode pencatatan yang sama dengan halnya buaya.

Lokasi penyerangan hiu dan buaya periode tahun 2000-2018.
Lokasi penyerangan hiu dan buaya periode tahun 2000-2018. | Lokadata /Beritagar.id

4 Spesies buaya hidup di Nusantara

Sejalan lurus dengan kasus penyerangan manusia, Crocodilians Natural History and Conservation mencatat Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah spesies buaya terbanyak di dunia. Ada empat jenis spesies berbeda yang hidup di Nusantara.

Di Indonesia dan Malaysia ditemukan spesies gharial, yakni Malay gharial atau yang biasa disebut dengan nama ilmiah Tomistoma sclegelli. Buaya jenis ini punya moncong yang panjang dan runcing, berbeda dengan predator utama di Indonesia yaitu Crocodylus porosus atau buaya muara.

Jenis buaya muara merupakan spesies yang hidup di hutan mangrove. Sehingga populasinya dapat dikatakan tersebar di seluruh Indonesia.

Buaya muara menjadi aktor di balik mayoritas kasus-kasus penyerangan yang menyebabkan korban terluka parah hingga meninggal dunia.

Spesies lainnya yang mendiami wilayah kita adalah Crocodylus siamensis, yang banyak ditemukan di Kalimantan, Jawa, Sabah, Sarawak dan negara tetangga lainnya. Serta Crocodylus novaegyuneae dengan wilayah sebaran Papua dan Papua Barat.

Sedangkan, jika berbicara mengenai hiu, spesies hiu predator nomor wahid adalah Hiu putih (Carcharodon carcharias). Mereka biasa memangsa manusia di perairan dangkal, sekitar area pantai.

Jadi bintang yang kerap muncul di film-film penyerangan oleh hiu dapat dikatakan berasa l dari spesies ini.

Hiu putih hidup di perairan yang padat dengan beragam ikan dan mamalia lainnya, seperti di pesisir laut di Amerika Serikat, Cile, Jepang, sebelah selatan Australia, dan selatan Afrika.

Spesies buaya dan hiu yang berbahaya yang kerap melukai manusia.
Spesies buaya dan hiu yang berbahaya yang kerap melukai manusia. | Lokadata /Beritagar.id

Malu bertanya, diterkam buaya

Memancing di rawa, danau, sungai menjadi aktivitas paling rentan untuk diserang buaya segala spesies. Kegiatan lain yang membahayakan adalah mandi di sungai, berenang, dan mengumpulkan air.

Kepada Gatra.com (20/4), Hellen mengimbau bagi daerah yang mengalami konflik antara buaya dengan manusia agar memasang papan peringatan bagi pengunjung di wilayah jelajah buaya muara.

Ketika mengunjungi tempat liburan, berkemah, dermaga tempat perahu, atau pun tempat memancing ada baiknya menanyakan kepada masyarakat sekitar tentang keamanan beraktivitas di daerah tersebut.

"Jangan malu bertanya. Malu bertanya nanti anda diterkam buaya," katanya.

Sedangkan untuk kasus penyerangan hiu, berselancar menjadi aktivitas paling berbahaya di laut. Hiu putih paling banyak menyerang manusia saat berselancar (15 kejadian), kemudian disusul berenang (10 kejadian), dan menyelam (7 kejadian).

Oleh karena itu, berhati-hatilah selalu jika ingin menyusuri sungai atau berenang di laut. Seperti saran Hellen, carilah informasi dari pihak berwenang atau penduduk sekitar yang pasti lebih tahu medan dan apa saja yang mungkin berkeliaran di kawasan tersebut.

Aktivita   s korban saat buaya dan hiu menyerang.
Aktivitas korban saat buaya dan hiu menyerang. | Lokadata /Beritagar.id
Sumber: Google News | Berita 24 Pabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »